sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Airlangga vs Bamsoet berebut suara DPD I dan II Golkar

Mayoritas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I Partai Golkar dipastikan mendukung Airlangga Hartarto sebagai ketua umum.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Jumat, 15 Nov 2019 08:02 WIB
Airlangga vs Bamsoet berebut suara DPD I dan II Golkar

Mayoritas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I Partai Golkar dipastikan mendukung Airlangga Hartarto sebagai ketua umum.

Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, dukungan DPD I Golkar tidak mutlak memenangkan Airlangga Hartarto di Musyawarah Nasional (Munas) pada awal Desember 2019.

Saat Rapimnas di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (14/11) malam, mayoritas DPD I Golkar dipastikan mendukung Airlangga. Bamsoet pun berharap kepada DPD II yang memiliki 514 suara.

"Saya menghargai apa yang disampaikan para ketua DPD I. Namun seperti yang kita ketahui bahwa malam ini hanya mewakili 34 suara, masih ada 514 suara yang dimiliki Dewan Pimpinnan Daerah tingkat II," kata Bamsoet usai menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Golkar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (14/11) malam.

Menurut dia, berdasarkan dinamika internal Golkar selama ini, suara DPD II biasanya tidak mengikuti DPD I. Itu artinya, dia atau pun calon lainnya masih memiliki peluang untuk terpilih sebagai orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin itu.

"Jadi kita lihat nanti kecenderungan daripada suara tingkat II apakah sejalan dengan tingkat I atau memilih yang lain. Ada Bambang Utoyo, ada Ridwan Hisjam dan lain-lain," jelas dia.

Bamsoet yang juga Ketua MPR ini mengatakan dirinya belum memutuskan apakah maju atau tidak. Yang jelas, kata dia, pada saatnya nanti ia akan mengumumkan pencalonannya.

"Saya sendiri pada saatnya akan memutuskan apakah saya akan maju atau tidak. Tapi sebelumnya saya nyatakan belum tentu tidak maju," katanya.

Sponsored

Ketika ditanya berapa banyak DPD II yang mendukungnya, Bamsoet merahasiakannya. Walau demikian, dia mengklaim ada enam DPD II yang tengah berdiskusi untuk mendukungnya.

"Kita masih ada enam daerah DPD II yang ada di sini masih berkumpul. Masih berdiskusi," kata Bamsoet.

Pendapat berbeda disampaikan Ketua DPD I Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena. Dia mengatakan biasanya suara DPD II mengikuti DPD I. Jika DPD I mendukung salah satu calon, maka mutlak DPD II menyatakan dukungan yang sama.

"Yakinlah, Partai Golkar ini partai dewasa. Suara DPD I itu cerminan DPD II. Begitu sebaliknya," kata Melki kepada Alinea.id di kesempatan yang berbeda.