sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Alasan Bamsoet mundur dari bursa caketum Golkar

Airlangga dan Luhut disebut Bamsoet sebagai pelobi keputusannya untuk mundur.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Selasa, 03 Des 2019 17:56 WIB
Alasan Bamsoet mundur dari bursa caketum Golkar

Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengungkapkan alasannya mundur dari bursa calon ketua umum (caketum) Golkar. Menurut Bamsoet, ia memutuskan mundur setelah mendengar nasihat-nasihat dari para tokoh senior Golkar. 

"Untuk menjaga persatuan dan mendengarkan saran, pendapat, nasihat para senior. Dan, saya tidak bisa melawan nasihat-nasihat," kata Bamsoet kepada wartawan di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Selasa (3/12).

Bamsoet mengumumkan mundur dari pencalonan usai bertemu calon petahana Airlangga Hartarto, Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan, Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dan politikus senior Golkar Agung Laksono.

"Ketika senior kumpul dan menyampaikan saran dan pendapat, kami yang muda pasti patuh. Itulah cara Golkar menyelesaikan persoalan setajam apa pun," jelasnya.

Sponsored

Ketika ditanya apakah keputusannya itu didahului lobi-lobi politik dengan Airlangga, Bamsoet tak membantah. "Lobinya Pak Luhut aja sama Pak Airlangga," ujar dia. 

Pada kesempatan yang sama, Luhut mengatakan, ia meminta Bamsoet mundur dari pencalonan demi kepentingan partai yang lebih besar. "Saya terus terang harus memuji Pak Bambang maupun Pak Airlangga, bisa menyingkirkan perbedaannya. Dan saya juga mengimbau teman-teman lain yang masih ada sana-sini, ayolah kita guyub," ujar Luhut. 

Bamsoet merupakan salah satu pesaing terkuat Airlangga dalam perebutan kursi ketum pada Musyawarah Nasional (Munas) X Golkar di Ritz Charlton, Jakarta. Tanpa Bamsoet, besar kemungkinan pemilihan ketum digelar secara aklamasi dengan Airlangga sebagai calon tunggal.