logo alinea.id logo alinea.id

Alasan Prabowo tolak bergabung dengan koalisi Jokowi

Poltikus Gerindra menegaskan tidak ada pembahasan soal kursi menteri.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Senin, 15 Jul 2019 16:33 WIB
Alasan Prabowo tolak bergabung dengan koalisi Jokowi

Ketua DPP Gerindra Sodik Mudjahid menepis rumor yang menyebut Gerindra bakal bergabung dengan koalisi parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf usai pertemuan Prabowo dan Jokowi. Menurut dia, Gerindra tidak akan melepas jubah oposisi. 

"Prinsipnya sama. Pertemuan (Prabowo-Jokowi) itu bukan berarti kita gabung dalam koalisi," kata Sodik kepada wartawan di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/7). 

Menurut Sodik, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bakal menggelar pertemuan dengan perwakilan partai-partai eks koalisi pengusung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 untuk menjelaskan posisi politik Gerindra. 

Prabowo, lanjut dia, juga akan mengkomunikasikan posisi Gerindra kepada para pendukung yang kecewa. "Rakyat tidak sepenuhnya memahami sebuah fisik pemimpin itu hal biasa," kata dia. 

Lebih jauh, Sodik mengatakan, Gerindra menolak masuk ke kabinet Jokowi-Ma'ruf demi menjaga modal sosial dan elektoral di masyarakat yang telah terbangun saat kontestasi Pilpres 2019. 

Selain itu, menurut Sodik, kubu Prabowo dan Jokowi tidak mungkin berkoalisi karena perbedaan visi. "Pak Prabowo kan gitu. Kita ingin jaga kedaulatan ekonomi. Kita berkolaborasi dengan asing, oke. Tapi, jangan membuat mereka kemudian sangat menguasai kita," tuturnya. 

Usai pertemuan di Stasiun MRT, Prabowo dan Jokowi direncanakan menggelar pertemuan lanjutan. Sodik memastikan tidak akan ada pembahasan bagi-bagi kursi menteri antara keduanya dalam pertemuan tersebut. 

"Kami tidak ingin bicara kekuasaan, tapi fundamen bagi bangsa soal keadilan, kemakmuran, dan supremasi hukum. Soal yang kecil-kecil, terus soal dikit-dikit makar, soal ideologi dan Pancasila," ujarnya.

Sponsored