sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Amien Rais: Yang tersisa tinggal cebong bersayap

Amien Rais menyebut kubu Prabowo dan Jokowi sudah akur.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Selasa, 16 Jul 2019 22:32 WIB
Amien Rais: Yang tersisa tinggal cebong bersayap

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengaku telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pertemuan itu digelar keduanya di kediaman Anggota Dewan Pembina Gerindra Maher Algadri, kawasan Prapanca, Jakarta Selatan, Selasa (16/7) petang.

Menurut Amien, ia dan Prabowo berbincang selama sekira 25 menit. Kepada Amien, Prabowo menjelaskan alasan ia bertemu dengan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) akhir pekan lalu dan apa yang mereka bicarakan selama pertemuan tersebut. 

"Isinya adalah pertama bahwa pertemuan dengan Pak Jokowi 13 Juli kemarin itu sama sekali tidak berdiskusi, bermusyawarah, atau bertukar pikiran mengenai power sharing, mengenai pembagian kursi, mengenai hal-hal yang mungkin kita sangka telah terjadi," kata Amien di kediamannya di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan. 
 
Dalam pertemuan dengan Jokowi di Stasiun MRT dan beberapa lokasi lainnya, menurut Amien, Prabowo hanya bermaksud menggerus polarisasi di masyarakat pasca-Pilpres 2019. Tidak ada pembicaraan mengenai pindah gerbong koalisi. 

"Jadi ini firm, tidak ada pembicaraan mengenai siapa dapat apa, bagaimana, kapan, dan sebagainya. Jadi, hanya betul betul pertemuan dua tokoh yang intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret ya, sehingga tinggal cebong bersayap. Artinya, sudah akur gitu," katanya.

Cebong merupakan sebutan labelisasi yang dilahirkan pendukung Prabowo bagi para pendukung Jokowi di jagat mayar. Di sisi lain, pendukung Jokowi menyebut para pendukung Prabowo dengan istilah 'kampret'. 

Amien mengatakan, tidak mudah bagi Prabowo dan Partai Gerindra untuk merapat ke koalisi Jokowi-Ma'ruf. Apalagi, Prabowo dan Jokowi memiliki visi yang sangat jauh berbeda dalam membangun bangsa. 

Ia optimistis apa pun yang ditawarkan Jokowi, Prabowo akan tetap memilih menjadi oposisi. "Oposisi yang bertanggung jawab, demokratis, terbuka, santun, etis, juga kemudian juga ada loyal dan objektif," imbuhnya.

Selain Gerindra, ia berharap Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera tetap berada di barisan oposisi. Namun, Amien mengakui, sikap politik tersebut sepenuhnya merupakan keputusan internal partai masing-masing. 

Sponsored

"Ini biasalah. Politik itu come and go. Jadi, enggak usah lantas secara mutlak harus dipertahankan terus dibela mati-matian. Tapi, semua berjalan seperti roda berputa. Kekuasaan berputar. Jadi, ini enteng-enteng sajalah," kata dia. 

Tentukan sikap politik

Lebih jauh, Amien mengimbau para pendukung dan relawan Prabowo-Sandi untuk tak salah memaknai pertemuan Jokowi dan Prabowo. Menurut Amien, Prabowo masih tetap berjuang demi kepentingan bangsa bersama para konstituennya. 

"Anda jangan terperangkap oleh hoaks, oleh halusinasi, oleh imajinasi yang berlebihan. Prabowo yang sekarang adalah tetap yang dulu. Jadi, memang ini kebesaran jiwa Pak Prabowo. Jangan pernah menyangka ada kompromi yang menggandaikan prinsip," kata Amien 

Amien juga membocorkan rencana pertemuan Prabowo dengan elite-elite Gerindra, Rabu (17/7) besok. Menurut Amien, pertemuan itu digelar guna meminta pandangan mengenai sikap politik Gerindra pascapilpres. "Kita tunggu saja hasil dari dewan pembina Gerindra itu," katanya.