sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Andi Arief nilai ada dendam PDIP terhadap SBY

Ketua Bappilu Demokrat, Andi Arief, berpendapat, PDIP memiliki dendam terhadap SBY.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Kamis, 18 Feb 2021 18:25 WIB
Andi Arief nilai ada dendam PDIP terhadap SBY
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai memendam dendam terhadap Partai Demokrat lantaran merespons pernyataan Marzuki Alie tentang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut Megawati Soekarnoputri kecolongan dua kali saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2004.

Bagi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat, Andi Arief, mestinya pernyataan Marzuki tak ditanggapi lantaran dianggap mengarang bebas seperti hantu. Namun, direspons Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, dengan menyebut SBY menzalimi diri sendiri demi politik pencitraan.

"Kenapa hantu? Karena Marzuki mengarang bebas. Lebih mengejutkan saya, ternyata ada dendam PDIP terhadap SBY karena sebagai menantu Jenderal Sarwo Edhie Wibowo. Dendam ideologis?" kicaunya melalui akun Twitter @Andiarief__, Rabu (17/2).

Andi pun meminta Hasto tidak membenturkan narasi yang mencitrakan hubungan Megawati dan SBY mengalami keretakan. "Biarlah mereka berdua menjadi panutan bersama, sebagai yang pernah berjasa buat sejarah politik kita."

Dia melanjutkan, partai bintang mercy tidak pernah mengajarkan anggota-anggotanya untuk membenci eks kepala negara. "Kader Demokrat sejak lama didoktrin untuk tidak mem-bully mantan presiden," katanya.

Gayung bersambut, kata berjawab. Marzuki menegaskan, dirinya dapat mempertanggungjawabkan pengalaman hidupnya yang dilalui bersama SBY.

"Pak Andi, perjalanan saya dengan SBY bisa saya pertanggungjawabkan lahir batin, bisa bermubahalah, karena saksi tunggal semuanya sudah meninggal dunia," cuit bekas Sekretaris Jenderal DPP Demokrat itu via akun Twitter @marzukialie_MA.

"Banyak orang mengira saya cari jabatan di PD (Partai Demokrat). PD 2002 hadir di Palembang (oleh) Prof Subur BS, pakai ruang kampus saya sebelum SBY gabung PD," kicaunya lagi.

Sponsored

Hasto sebelumnya menilai, SBY menzalimi diri sendiri demi politik pencitraan. Pernyataan ini menanggapi keterangan Marzuki tentang Megawati kecolongan dua kali saat Pilpres 2004, yakni SBY mundur dari kabinet dan maju sebagai calon presiden serta menggandeng politikus senior Partai Golkar, Jusuf Kalla.

Serba salah vaksin Nusantara

Serba salah vaksin Nusantara

Senin, 01 Mar 2021 06:17 WIB
Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Jumat, 26 Feb 2021 15:24 WIB
Berita Lainnya

DC garap film reboot Superman berkulit hitam

Senin, 01 Mar 2021 15:53 WIB

Catatan Setahun Penanganan Pandemi Covid-19

Senin, 01 Mar 2021 15:41 WIB

Jokowi Presiden, wajar disambut massa

Minggu, 28 Feb 2021 09:17 WIB