sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Bamsoet buka peluang munas tandingan

Bamsoet mewanti-wanti agar Musyawarah Nasional Golkar digelar secara demokratis dan transparan.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Selasa, 26 Nov 2019 19:13 WIB
Bamsoet buka peluang munas tandingan

Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mewanti-wanti agar ajang Musyawarah Nasional (Munas) Golkar digelar secara demokratis. Menurut Bamsoet, tidak tertutup kemungkinan pihak yang kecewa melahirkan munas tandingan. 

"Saya belum bisa komentar, sebab saya baru dengar (soal munas tandingan). Tapi, yang pasti, dalam sejarah Partai Golkar, munas tandingan itu ada kalau saluran demokrasi tersumbat dan dipaksakan seperti halnya yang lalu-lalu," kata Bamsoet di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11).

Golkar bakal menggelar munas untuk memilih ketua umum baru di Jakarta, Desember mendatang. Selain Bamsoet dan calon petahana Airlangga Hartarto, sejumlah kader Golkar juga telah mendeklarasikan diri bakal membidik kursi Golkar-1 di munas. 

Menurut Bamsoet, kader-kader Golkar bakal tetap solid jika pemilihan ketum digelar demokratis. "Saya pikir tak akan terjadi munas tandingan," ujar Ketua MPR RI itu. 

Wacana munas tandingan diembuskan Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Viktus Murin. Menurut Viktus, penyelenggaraan munas pada 3-6 Desember yang dirancang para pendukung Airlangga melanggar anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) Golkar.  

"Kami pastikan pengurus DPP Partai Golkar di barisan pendukung Bambang Soesatyo siap melaksanakan Munas yang sesuai dengan aturan partai,” kata Viktus dalam konferensi pers di Batik Kuring di kawasan SCBD, Kuningan, Jakarta, Senin (25/11).

Viktus kemudian membeberkan kejanggalan dalam proses persiapan pelaksanaan Munas Golkar. Menurut dia, ada intrik politik yang bertendensi memanipulasi makna musyawarah mufakat menjadi pemilihan secara aklamasi. 

Hal itu, kata Vitkus, gamblang terlihat saat seluruh perwakilan DPD I Golkar menyatakan dukungan kepada Airlangga dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar di Jakarta, 14 November lalu.

Sponsored