sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Bentuk komponen cadangan militer, Prabowo berencana rekrut mahasiswa

Prabowo bakal menggandeng Kemendikbud untuk merealisasikan pembentukan komponen cadangan militer.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Senin, 11 Nov 2019 19:25 WIB
Bentuk komponen cadangan militer, Prabowo berencana rekrut mahasiswa
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2273
Dirawat 1911
Meninggal 198
Sembuh 164

 Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berencana membentuk komponen cadangan di luar TNI untuk memperkuat pertahanan Indonesia. Menurut Prabowo, personel komponen cadangan tersebut bakal direkrut dari kalangan terpelajar. 

"Terutama para golongan terdidik, S-3 (strata-3), S-2, S-1 lalu golongan mahasiswa," kata Prabowo kepada wartawan usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR di Senayan, Jakarta, Senin (11/11).

Untuk merealisasikannya, Prabowo mengatakan, ia akan menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dijelaskan Prabowo, personel komponen cadangan tidak direkrut dari wajib militer. 

"Saya kira undang-undang kita tidak sampai ke situ. Lebih bersifat kompenen cadangan," kata mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu.

Ketika disinggung apakah komponen cadangan tersebut mengacu pada program Bela Negara yang diwacanakan Kemenhan selama ini, Prabowo mengaku masih merumuskannya. "Nanti pada saatnya akan kita sampaikan," ujarnya.
 
Pembentukan komponen cadangan, lanjut Prabowo, merupakan salah satu bagian strategi dari modernisasi konsep pertahanan semesta yang akan ia implementasikan. Menurut dia, konsep pertahanan semesta yang diadopsi Indonesia sudah teruji sejarah. 

"Konsep kita dari dulu, dari tahun 40-an, tahun 50-an. Sudah teruji oleh sejarah. Tinggal kita mutakhirkan, kita modernisasikan, kita sesuaikan dengan kondisi sekarang," kata Prabowo. 

Lebih jauh, Prabowo mengatakan, Kemenhan akan segera membahas dan mematangakan konsep pertahanan semesta tersebut. Ia berharap, konsep pertahanan semesta 'zaman kiwari' selesai dirumuskan Desember. 

"Kita mutakhirkan doktrin pertahanan kita, strategi pertahanan kita dan konsepsi gelar pertahanan kita sehingga pada Januari kita presentasi kepada Presiden," kata dia.

Sponsored
Berita Lainnya