logo alinea.id logo alinea.id

Berkarakter kalem, Airlangga disebut direstui Jokowi 

Airlangga dinilai bakal mulus melanjutkan periode kepemimpinan di Golkar.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Selasa, 30 Jul 2019 20:14 WIB
Berkarakter kalem, Airlangga disebut direstui Jokowi 

Koordinator Jaringan Aktivis Muda (JAM) Partai Golkar Rudolfus Jack Paskalis menilai calon petahana Airlangga Hartarto punya banyak modal untuk kembali menduduki kursi Ketua Umum Golkar. Selain karakternya yang disukai Jokowi, Airlangga juga dinilai sukses menakhodai Golkar dari badai politik. 

"Jadi, jika ada anggapan Airlangga gagal di pemilu 2019 itu hoaks. Mengapa? Karena dalam waktu 1 setengah tahun dia tunjukkan prestasinya, Golkar meraih kursi kedua terbanyak di DPR RI," katanya dalam diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/7).

Menurut Rudolfus, Airlangga telah berjasa mempertahankan kursi Golkar di parlemen dengan raihan 85 kursi. Padahal, citra Golkar sempat terpuruk pascaditangkapnya mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto karena tersangkut kasus korupsi pengadaan KTP-elektronik. 

"Kepemimpinan Mas Airlangga itu patut di apresiasi, patut diberi penghargaan. Satu tahun setengah bisa mengondisikan Partai Golkar yang sedang karut marut dengan waktu kepempinannya bisa mengembalikannya," ujarnya.

Rudolfus juga menyoroti hubungan dekat Airlangga dengan Presiden Jokowi. Menurut dia, Jokowi sudah nyaman dengan Airlangga sehingga bakal kembali merestui Airlangga kembali menjadi ketua umum. Pasalnya, Airlangga memiliki karakter kalem dan diyakini tak akan bermanuver politik untuk mengganggu pemerintahan.

"Jadi, Pak Jokowi punya karakter dia mau berteman dengan orang-orang yang tidak punya potensi manuver dari gerakan tambahan. Hari ini Mas Airlangga punya karakter seperti itu. Pak Jokowi nyaman dengan sosok Pak Airlangga karena penting 5 tahun ke depan Pak Jokowi menjaga stabilitas politik," jelas dia. 

Senada, Direktur Eksekutif Para Syndicate, Arie Nurcahyo mengatakan, Airlangga punya kans besar kembali menjadi ketum. Menurut dia, Airlangga sukses mengembalikan Golkar ke khitahnya sebagai partai berdoktrin kekaryaan. 

"Dalam sejarahnya trah Golkar di dalam pemerintah, ya, kekaryaan mendukung pembangunan segala macam. Nah, itu sempat hilang dan dikembalikan lagi oleh Airlangga, seperti opsi Pak Airlangga menjadi menteri dan juga secara firm mendukung Pak Jokowi," katanya.

Sponsored

Menurut Arie, kepemimpinan Airlangga bahkan membuka peluang bagi Golkar untuk berjaya di Pemilu 2024. "Di 2024 itu Golkar juga punya peningkatan prestasi elektabilitas. Ketika sekarang posisinya kedua, Golkar punya target jadi pemenang Pemilu 2024," katanya.

Jika sukses kembali melanjutkan periode kepemimpinannya, Arie mengatakan, bukan tidak mungkin Airlangga melambung menjadi salah satu kandidat kuat calon presiden di Pilpres 2024. Apalagi, Jokowi sudah tidak mungkin mencalonkan diri kembali. 

"Jika Pak Airlangga diteruskan sebagai salah satu (pemimpin) muda hingga 2024, maka punya kans diteruskan untuk menjadi capres 2024. Tapi, modal politiknya mesti ditanam sejak sekarang," jelas Arie.