sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Debat panas Desmond dan capim KPK Nawawi Pomolango

Desmond menyebut hakim-hakim di Indonesia tidak ada yang beres.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 11 Sep 2019 14:49 WIB
Debat panas Desmond dan capim KPK Nawawi Pomolango

Adu argumen mewarnai sesi uji kepatutan dan kepantasan calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang sidang Komisi III, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9). Debat panas itu terjadi antara politikus Partai Gerindra Desmond J Mahesa dan capim KPK Nawawi Pomolango.

Debat bermula saat Desmond menanggapi argumen-argumen Nawawi Pomolango. Menurut dia, pernyataan Nawawi dalam tes wawancara terlalu 'manis', terutama ketika merinci tugas-tugas, kapasitas, dan pengalaman Nawawi sebagai hakim.

"Polisi, pengacara, jaksa enggak beres. Kalau hakimnya beres, kepastian hukum ada. Ini saya pikir sama saja. Omong kosong saja," kata Desmond dalam sesi tanya jawab di ruang sidang.

Merespons pernyataan itu, Nawawi kemudian menegaskan komitmennya jika terpilih sebagai pimpinan KPK yang baru. Dia bahkan mengaku siap mempertaruhkan kredibilitasnya sebagai hakim selama 30 tahun.

"Saya paham juga dengan kekhawatiran Bapak. Jangan-jangan saya ngomong di sini (begini), (tapi) ketika saya duduk di KPK, saya jadi lain. Barangkali itu yang ada di benak Komisi III. Kami hakim, Pak, (selama) 30 tahun. Kalau bicara loyalitas, MA itu sokoguru loyalitas," ujar Nawawi.

Nawawi kemudian meminta Desmond untuk tak menyamakan dirinya dengan pimpinan KPK sebelumnya. Nawawi menegaskan, ia berbeda dengan eks Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK periode saat ini, Saut Situmorang. 

"Benar pimpinan KPK yang dulu juga duduk di tempat ini. Bicara dengan Bapak seperti ini. Tapi, Abraham Samad beda dengan Nawawi Pamolango. Seorang Saut Situmorang yang barangkali pernah melobi Bapak beda dengan Nawawi. Nawawi tidak pernah melobi dengan Bapak seperti Pak Saut Situmorang lakukan seperti Bapak ceritakan," ujar Nawawi.

Isu lobi pimpinan KPK sebelumnya memang pernah diutarakan Desmond. Dia mengaku pernah dilobi Saut pada saat seleksi uji kepatutan dan kepantasan capim KPK jilid IV. Namun, lobi-lobi itu tidak menghasilkan kesepakatan apa pun.

Sponsored