logo alinea.id logo alinea.id

Disebut terima suap Meikarta, kubu Jokowi minta bukti ke kubu Prabowo

"Jika tidak berdasarkan data, bisa menjadi hoaks dan black campaign."

Robi Ardianto
Robi Ardianto Rabu, 24 Okt 2018 21:35 WIB
Disebut terima suap Meikarta, kubu Jokowi minta bukti ke kubu Prabowo

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin membantah pernyataan kubu Prabowo-Sandiaga Uno, yang menduga ada aliran dana dari kasus korupsi perizinan Meikarta, pada tim sukses pasangan calon petahana. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono, dalam pembekalan caleg Gerindra di Semarang, Selasa (23/10) kemarin.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf, Eriko Sotarduga, menyebut tudingan tersebut sebagai hoaks. Ia pun mengatakan pernyataan tersebut bisa tergolong kampanye negatif jika tak disertai adanya bukti.

"Jika tidak berdasarkan data, bisa menjadi hoaks dan black campaign," kata Eriko di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/10). 

Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Maruf, Raja Juli Antoni, mengatakan pernyataan Ferry sebagai hoaks. Menurutnya, hoaks tersebut dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.

"Kami meminta kepada bung Ferry silakan mengundang media, jika hal itu memiliki fakta-fakta hukumnya," katanya. 

Dia pun menantang, agar Jubir Prabowo-Sandi itu melaporkan dugaannya itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau pihak kepolisian. 

"Kami tunggu dalam 24 jam, silakan bung Ferry buktikan," katanya menantang. 

Raja Juli pun menegaskan, pihaknya sedang menelaah pernyataan Ferry, apakah memiliki potensi untuk dilaporkan dan diproses secara hukum. 

Sponsored

Sementara itu, Ketua Bendahara TKN Sakti Wahyu Trenggono, memastikan tak ada aliran dana suap Meikarta yang masuk ke timses Jokowi-Maruf. Menurutnya, dana yang masuk ke timses Jokowi-maruf diaudit oleh auditor independen. Pihaknya juga memberikan laporan transparan penerimaan dana, agar publik dapat mengetahui asal uang yang diterima. 

"Tidak ada, kami pastikan tidak ada. Karena kami selalu detail melihat siapa saja yang menyumbang," tegasnya.

Pernyataan Ferry Juliantono atas dugaan adanya aliran dana suap Meikarta untuk dana kampanye Jokowi-Maruf, muncul karena Bupati Bekasi Neneng Hassanah, pernah tercatat sebagai timses Jokowi-Maruf. Neneng merupakan salah satu tersangka dalam kasus suap Meikarta. 

Ferry juga meminta KPK untuk memeriksa Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, dan CEO Lippo Group, James Riady, untuk menelisik dugaan tersebut.

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Selasa, 15 Okt 2019 20:42 WIB
Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB