sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Distribusi vaksin Covid-19, anggota Komisi IX DPR merasa janggal

Uji klinis tahap tiga belum selesai, izin edar BPOM juga belum ada.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 05 Jan 2021 14:06 WIB
Distribusi vaksin Covid-19, anggota Komisi IX DPR merasa janggal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, merasa janggal dengan kebijakan pemerintah yang telah mendistribusikan vaksin Covid-19 Sinovac. Padahal izin edar Emergency Use Athorization (EUA) belum keluar.

Dia menilai pendistribusian vaksin Covid-19 cenderung dipaksakan dan tidak transparan.

"Mengapa justru vaksin dalam bentuk finish product sudah didatangkan dan didistribusikan? Fenomena ini akan menguatkan dugaan masyarakat, kalau vaksin ini cenderung dipaksakan dan tidak transparan," ujar Netty, kepada Alinea, Selasa (5/1).

Dia khawatir, keputusan pendistribusian vaksin itu akan menimbulkan persepsi publik yang buruk terhadap pemerintah. Bahkan, lanjut dia, publik akan semakin khawatir dan ragu untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 yang telah digaungkan pemerintah sejak tahun lalu.

"Saya justru mengkhawatirkan kalau kebijakan pemerintah ini dilihat oleh publik sebagai yang terkesan buru-buru. Ini justru semakin membuat publik khawatir dan bertanya-tanya ada apa sebenarnya. Padahal uji klinis tahap ke-3 belum selesai, izin edar dari BPOM belum ada, dan label halal dari MUI belum keluar," terangnya.

Politikus PKS ini menyarankan pemerintah agar berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan terkait program vaksinasi. Selain itu, dia juga menyarankan agar Badan Pengawas Obat dan Makanan segera merilis hasil uji klinis vaksin Sinovac secara transparan dan akuntabel.

"Dan pastikan tidak ada faktor lain dalam pengadaan vaksin. Jangan sampai mengeruhkan suasana kebatinan masyarakat yang berujung pada aksi penolakan terhadap vaksin. Kalau ini yang terjadi, maka semuanya menjadi ambyar dan herd imunity sulit dicapai," tegas Netty.

Untuk diketahui, PT Bio Farma (Persero) telah mendistribusikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac ke berbagai daerah, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Bali, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Papua.

Sponsored
Berita Lainnya