sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

DPR percepat reses karena Covid-19, Formappi: Alasan konyol!

DPR harus tunda rapat paripurna bila ada anggotanya terpapar Covid-19.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Rabu, 07 Okt 2020 13:00 WIB
DPR percepat reses karena Covid-19, Formappi: Alasan konyol!
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 377.541
Dirawat 63.576
Meninggal 12.959
Sembuh 301.006

Dalih Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mempercepat reses lantaran banyaknya anggota DPR RI terinfeksi Covid-19 dianggap tidak masuk akal. Dalih tersebut dinilai mengada-ada agar proses pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja berjalan mulus.

"Tidak masuk akal, menjadikan peningkatan jumlah korban Covid-19 di DPR yang semakin bertambah itu sebagai alasan. Saya fikir itu alasan yang paling konyol," ujar peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus, dihubungi, Rabu (7/10).

Seharusnya, kata Lucius, DPR RI menunda rapat paripurna (rapur) jika terjadi peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 di parlemen. Sebab, rapat paripurna dianggap telah melanggar protokol kesehatan lantaran menimbulkan kerumunan.

"Sehingga respons paling rasional ketika ada informasi penambahan jumlah korban Covid-19 di DPR itu, semestinya rapat paripurna ditunda, bukan malah dipercepat," ujarnya.

Dengan dalih itu, Lucius menilai, DPR RI tidak mempunyai komitmen untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

"Karena dengan rapur mereka memberikan peluang berkumpulnya orang-orang yang potensial menjadi sumber penularan," tegas dia.

Di samping itu, Lucius merasa, peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 di DPR RI dijadikan kambing hitam untuk memuluskan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja.

Dia menganggap wakil rakyat itu berlindung di balik narasi pandemi untuk mempercepat pembahasan dan pengesahan undang-undang sapu jagat tersebut.

Sponsored

"Dibahas saat pandemi ini kan munculnya tekanan publik yang masif itu kan jadi terbatas. Mereka berlindung dengan dilarang aksi unjuk rasa dengan dalih potensial jadi sumber penularan," kata dia.

"Pembatasan yang kemudian muncul dari protokol kesehatan kepada publik itu, itu justru jadi momentum dan peluang bagi DPR untuk memastikan proses pembahasan tanpa hambatan bagi RUU Ciptaker," lanjut Lucius.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengklaim sebanyak 18 dari 575 orang anggota DPR RI dinyatakan positif Covid-19. Hal tersebut jadi alasan parlemen mempercepat masa reses DPR.

Bahkan, dia memperkirakan terdapat 40 orang di Kompleks Parlemen yang sedang mengidap Covid-19. Selain anggota dewan, terdapat staf ahli dan anggota staf kesekjenan DPR RI. Hanya saja dia tidak merinci detail anggota DPR RI yang terjangkit Covid-19.

Diketahui, DPR mempercepat rapat paripurna dan masa reses yang semula dijadwalkan Kamis (8/10). Namun, rapat paripurna secara mendadak dimajukan ke Senin (5/10).

Dalam rapat itu, DPR mengesahkan sejumlah RUU, salah satunya RUU Cipta Kerja yang banyak ditolak oleh elemen masyarakat, baik organisasi agama nasional, hingga buruh.

Berita Lainnya