sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

DPRD Jakarta: Pemilihan wagub sesuai jadwal

Dewan pun berkoordinasi dengan pemerintah dan Dinkes. Agar kegiatan berjalan dan sesuai prosedur di tengah pandemi Covid-19.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Selasa, 17 Mar 2020 18:36 WIB
DPRD Jakarta: Pemilihan wagub sesuai jadwal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 63749
Dirawat 30834
Meninggal 3171
Sembuh 29105

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, memastikan, pemilihan wakil gubernur (wagub) dilaksanakan sesuai jadwal. Meski tengah terjadi pandemi coronavirus anyar (Covid-19).

"Pemilihan wagub sesuai waktu. Saya minta juga pada teman-teman dewan, segera menyiapkan apa yang diperlukan," ujarnya di DPRD Jakarta, Selasa (17/3).

Terdapat dua kandidat wagub Jakarta. Kader Gerindra, Ahmad Riza Patria dan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nurmansjah Lubis alias Ancah.

Pemilihan digelar melalui rapat paripurna, 23 Maret 2020. Kala itu, sesuai tahapan yang disusun Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub Jakarta, diadakan pula pemaparan kontestan dan tanya-jawab dengan anggota dewan.

Konstituen pemilihan wagub, adalah seluruh politisi "Kebon Sirih". Berjumlah 106 anggota dari sembilan fraksi.

Meski begitu, Pras, sapaan Prasetio, langkah DPRD sesuai arahan pemerintah dalam menanggulangi coronavirus. Agar kerja dewan diselesaikan sesuai dengan agenda yang ditentukan.

"Tugas yang paling dekat, kan, masalah wagub. Tinggal satu tahapan lagi," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

DPRD pun telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta. Untuk mengondisikan ruang paripurna. Juga menyediakan alat kesehatan (alkes) yang dibutuhkan. Seperti masker, pembersih tangan (hand sanitizer), dan pengukur suhu tubuh (thermal gun).

Sponsored

DPRD juga bakal membatasi jumlah hadirin. Hanya mengundang beberapa pihak saja dan takterbuka untuk umum.

"Nanti, di situ, kita bisa sekat diri. Yang diundang, itu mungkin enggak terlalu banyak. Paling tidak pimpinan dewan, anggota dewan, kepala dinas, wali kota. Itu saja," tuturnya.

Dirinya lalu mengajak rekan-rekannya agar tak cemas berlebihan dalam merespons pandemi Covid-19. "Jangan sampai kepikiran yang enggak-enggak. Karena makin kita kepikiran, imun kita turun," tutupnya.

Berita Lainnya