sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Panglima perang inilah yang menginspirasi Prabowo berdamai dengan Jokowi

Prabowo menyebut dirinya dan Jokowi sama-sama mau mengabdi untuk Indonesia.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Minggu, 13 Jun 2021 16:03 WIB
Panglima perang inilah yang menginspirasi Prabowo berdamai dengan Jokowi

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto buka suara soal kesediaannya merapat ke Istana untuk bergabung dengan Kabinet Jokowi pascaPilpres 2019. Ketua Umum Gerindra itu mengaku terinspirasi oleh dua sosok panglima perang Jepang, yakni Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyasu, hingga akhirnya 'berdamai' dengan Jokowi.

"Ada dua peristiwa penting yang saya baca dari sejarah. Yang satu itu di Jepang ada dua panglima sangat kuat Hideyoshi Toyotomi yang satu Tokogawa. Ini dua-duanya hebat dua-duanya kuat. Satu saat mereka hampir perang mau berperang," ujar Prabowo kepada Deddy Corbuzier di Program Podcast #CLOSETHEDOOR Deddy Corbuzier, Sabtu (12/6/2021).

Prabowo melanjutkan, kedua panglima itu kemudian berunding hingga akhirnya terjadi kesepakatan damai. "Mereka berunding dan bilang 'anda lihat di belakang saya ini tentara saya kuat, semangat, jumlahnya banyak. Tapi saya liat tentara anda semangat, kuat, jumlahnya banyak. Besok bisa anda menang atau saya menang. Tapi kalaupun saya menang anak buah saya banyak yang akan mati, kalau kau menang, anak buahmu juga akan banyak mati dan luka'," ujar Prabowo menirukan ucapan Hideyoshi kepada Tokugawa.

Akhirnya, sambung Prabowo, kedua pemimpin itu akur dan perang pun bisa tak terjadi," "Nah, itu bagi saya itu sangat besar pelajarannya," katanya.

Ia mengaku tak mengerti mengapa masyarakat masih mempersoalkan sikap politiknya tersebut. "Karena bagi saya, begini, kita rival, rival dalam satu kompetisi. Apakah rival dalam kompetisi itu harus jadi lawan. Coba kita inget waktu kita di sekolah. Kita ikut adu lari. ada yang menang ada yang kalah," bebernya.

Prabowo menyebut dirinya dan Jokowi sama-sama mau mengabdi untuk Indonesia sehingga tak pantas bila terus melawan dan dipertentangkan. Lebih baik, jelas Prabowo duanya-duanya kerjasama untuk mengabdi ke Indonesia.

"Beliau (Jokowi) ingin jadi presiden, guwe ingin jadi presiden. Dia ingin jadi presiden untuk apa? kan untuk mengabdi, untuk berbakti, Untuk apa? untuk Indonesia kan?

"Saya juga mau berbakti untuk Indonesia," ujarnya.

Sponsored
Berita Lainnya