sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pengamat: Dukungan Bamsoet belum tentu muluskan langkah Airlangga

"Pemenang Ketua Umum Golkar bisa dimunculkan dalam hitungan menit menjelang pemilihan."

Marselinus Gual
Marselinus Gual Minggu, 29 Sep 2019 18:30 WIB
Pengamat: Dukungan Bamsoet belum tentu muluskan langkah Airlangga

Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo alias Bamsoet mendukung Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar jelang musyawarah nasional (munas) pada Desember 2019. Keputusan Bamsoet ini menjadi kabar baru di tengah rivalitas keduanya menuju pucuk pimpinan di Partai Golkar.

Pengamat komunikasi politik Universitas Mercu Buana, Syaifuddin menilai, dukungan Bamsoet belum tentu memuluskan Airlangga kembali memimpin Partai Golkar. Menurut Syaifuddin, berdasarkan tradisi pemilihan Ketua Umum Golkar yang diwarnai rivalitas, saat munas nanti bisa muncul kuda hitam yang menjadi lawan Airlangga.

"Pemenang Ketua Umum Golkar bisa dimunculkan dalam hitungan menit menjelang pemilihan," kata Syaifuddin saat dihubungi Alinea.id, Minggu (29/9).

Menurut dia, pengunduran diri Bamsoet dari bursa calon Ketua Umum Golkar masih samar-samar. Apalagi sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari Bamsoet.

Namun demikian, kata Syaifuddin, pertemuan Airlangga dan Bamsoet pada Jumat (27/9) l merupakan sebuah langkah positif di tengah rivalitas keduanya selama ini.

"Yang cukup jelas dari pertemuan Bamsoet dan Airlangga kemarin setelah kurang dua bulan mereka dalam hubungan personal yang cukup tegang adalah bertujuan untuk membangun kesepakatan bersama, meredam tensi politik di internal Golkar menjelang munas Desember 2019 nanti,” ucapnya.

Dari kacamata komunikasi politik, Syaiffudin menilai pertemuan Airlangga dan Bamsoet sangat positif. Selain meredam tensi politik yang panas di internal Golkar, pertemuan Airlangga dan Basmoet disebutnya dalam rangka kepentingan Golkar sebagai partai pendukung Presiden Joko Widodo.

"Pelantikan MPR/DPR yang akan digelar pada 1 Oktober dan pelantikan presiden-wakil presiden pada 20 Oktober, membutuhkan support yang kuat dan perhatian khusus dari semua partai pendukung Jokowi, termasuk dari Golkar," kata Direktur Prestigious Political Communication Studies (P2CS) ini.

Sponsored