sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dukungan dicabut, Bamsoet dan Rizal Mallarangeng perang kata

"Enggak pernah sowan, telepon, atau WhatsApp. Saya sedang ke luar negeri, dia curi-curi dukungan. Akhirnya dicabut."

Christian D Simbolon
Christian D Simbolon Selasa, 02 Jul 2019 19:15 WIB
Dukungan dicabut, Bamsoet dan Rizal Mallarangeng perang kata
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 257388
Dirawat 58788
Meninggal 9977
Sembuh 187958

Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Rizal Mallarangeng membantah memaksa para kader untuk mencabut dukungan kepada Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai calon ketua umum Partai Golkar. Menurut Rizal, pencabutan dukungan dilakukan sukarela.  

"Tidak ada ancaman. Pencabutan dukungan terhadap Bamsoet dilakukan secara sukarela oleh para kader. Justru sebaliknya saya menyayangkan sikap Bamsoet yang mencari dukungan dengan cara mengintimidasi," ujar Rizal kepada wartawan di Jakarta, Selasa (2/7).

Sebelumnya, 6 DPD II Golkar Jakarta menyatakan bakal mendukung pencalonan Bamsoet sebagai Ketua Umum Golkar. Namun demikian, dukungan itu dicabut hanya selang beberapa hari. 

Bamsoet menyebut Rizal mengancam para kader Partai Golkar DPD DKI Jakarta sehingga terpaksa mencabut dukungan. "Itulah. Saya kasihan sama adik-adik saya di (Golkar) DKI. Karena diancam Plt, terpaksa mereka melakukan hal itu (menarik dukungan)," ujar Bamsoet. 

Menyikapi tudingan itu, Rizal meminta Bamsoet agar berpolitik dengan santun. "Jadi, yang kemarin dukung Bamsoet itu lalu sadar dan mencabut. Enggak ada paksaan. Sepenuhnya atas kesadaran sendiri," ujar Rizal.

Rizal juga mengatakan Bamsoet memperoleh dukungan dari DPD II Golkar DKI tanpa sepengetahuan dia. "Enggak pernah sowan, telepon, atau WhatsApp. Saya sedang ke luar negeri, dia curi-curi dukungan. Akhirnya dicabut," tegasnya.

Lebih jauh, Rizal menekankan bahwa Bamsoet sejatinya berutang budi kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. "Saya termasuk yang merekomendasikan Bamsoet sebagai Ketua DPR saat itu. Dia berutang budi kepada kita semua. Dia sudah dapat posisi bagus sebagai Ketua DPR," ujar Rizal. 

Dia mengatakan seluruh kader berhak mengikuti Munas dan mencalonkan diri sebagai ketua umum. Namun, Rizal meminta seluruh kader ikut aturan. "Gunakan cara yang benar. Nanti dia rugi, dan Partai Golkar juga rugi," ujarnya. (Ant)

Sponsored
Berita Lainnya
×
img