sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Elektabilitas tinggi, PDIP usung Ganjar capres 2024?

Ada potensi Ganjar diusung PDIP pada Pilpres 2024.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 26 Okt 2020 15:24 WIB
Elektabilitas tinggi, PDIP usung Ganjar capres 2024?
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 506.302
Dirawat 64.878
Meninggal 16.111
Sembuh 425.313

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri dinilai berpotensi mengusung Ganjar Pranowo dalam bursa pencalonan presiden (capres) RI-1 pada 2024 mendatang.

Hal itu lantaran survei capres 2024 Indikator Politik menempatkan Gubernur Jawa Tengah tersebut meraih elektabilitas tertinggi sebanyak 18,7%.

Angka itu menempatkan Ganjar berada di posisi teratas dibanding para kandidiat lain, salah satunya rekan separtainya, Puan Maharani yang berada  di posisi sembilan dengan raihan 0,9%.

"Paling tidak, nama Pak Ganjar di elite PDI-P, di hadapan Bu Mega itu sudah ada ya, sebagai capres gitu. Mau itu diputuskan apa enggak, itu kan urusan politiknya Bu Mega gitu ya," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik (Puskapol) FISIP Universitas Indonesia (UI) Aditya Perdana, saat dihubungi Alinea.id, Senin (26/10).

Menurut Adit, pola pencalonan Capres 2024 partai berlambang moncong banteng itu bakal relatif sama dengan capres 2014. Hanya saja, Adit menilai, posisi Ganjar berbeda dengan Joko Widodo yang saat itu diusung oleh PDI-P pada Pemilu 2014.

"2014 kan kondisinya Pak Jokowi itu sangat populer ketimbang partainya. Kalau sekarang popularitas partainya sangat besar ketimbang Pak Ganjar. Untuk saat ini ya," tutur dia.

Kendati demikian, Adit tidak ingin memprediksi lebih dalam terkait pencalonan RI-1 dari PDI-P. "Sulit memang diprediksi, namun bisa jadi ada potensi untuk kemudian dicalonkan," kata dia.

"Karena berdasarkan pengalaman Jokowi kemarin, Bu Mega tentu memperhatikan hasil survei gimana memperhatikan popularitas Pak Jokowi yang juga tinggi," imbuhnya.

Sponsored

Namun, Adit menilai, friksi dalam internal PDI-P akan muncul jika Ganjar diusung pada Pilpres 2024, melihat dinamika politik PDI-P pada Pemilu 2014.

"Saya ingat sekali, ketika Pak Jokowi diutuskan menjadi calon, itu bukan tidak ada pertentangan, termasuk Puan sekalipun. Saya dengar kabar enggak happy dengan putusan itu. Karena dia juga punya potensi untuk memajukan, tetapi yang terjadi gitu ya," katanya.

Sementara itu, politkus PDI-P, Eva Kusuma Wandari, tidak ingin berspekulasi jauh untuk menanggapi hasil survei tersebut. Bagi dia, partainya sedang fokus pada pilkada serentak dibandingkan Pilpres 2024.

Lagi pula, Eva menilai, popularitas Ganjar jauh di atas kandidat lain lantaran kinerja Gubernur Jawa Tengah itu terbilang baik, khususnya dalam menangani pandemi Covid-19. Di samping itu, Eva juga menilai, Ganjar sudah memahami politik PDI-P dalam menyiasati Pilpres 2024.

"Ganjar tau lah, ini wilayah langitan di PDI Perjuangan untuk urusan (pilpres) itu," tutur dia.

Kendati demikian, Eva meminta publik tidak mengganggu kinerja Ganjar dengan berspekulasi akan diusung partai pada capres 2024. Baginya, masih terlalu dini untuk berspekulasi.

"Kasihan rakyat sebetuknya kalau pemimpinnya digoda. Tetapi kalau memang berorientasi untuk pilpres ya silahkan saja. Tetapi sebaiknya itu lah," kata dia.

Berita Lainnya