logo alinea.id logo alinea.id

Gerindra ancang-ancang gandeng PDIP di Pilgub Sumbar

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berancang-ancang untuk menggandeng PDI Perjuangan dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Barat pada 2020

Sukirno
Sukirno Minggu, 28 Jul 2019 22:32 WIB
Gerindra ancang-ancang gandeng PDIP di Pilgub Sumbar

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berancang-ancang untuk menggandeng PDI Perjuangan dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Barat pada 2020.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumatera Barat Nasrul Abit menyatakan pihaknya membuka peluang berkoalisi dengan PDI Perjuangan dalam pemilu gubernur Sumatera Barat 2020.

"Dalam politik itu bisa saja apalagi telah terjadi rekonsiliasi di pusat," kata dia selepas pembukaan Konferda PDI Perjuangan Sumbar di Padang, Minggu (28/7).

Dia mengatakan dalam menghadapi Pilgub Sumbar, partainya dapat berkoalisi dengan partai manapun termasuk PDI Perjuangan.

Apalagi setelah adanya pertemuan antara Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto membuat tidak ada lagi kubu 01 atau kubu 02.

"Kita ingin bersama-sama membangun bangsa untuk lebih baik ke depannya," katanya.

Terkait dengan rencana koalisi, tentu pihaknya meminta pandangan kepada DPP Partai Gerindra.

"Sekarang kan masih tahap negosiasi dan masih menunggu arahan dari DPP," kata dia.

Sponsored

Sementara Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto mengatakan koalisi kepala daerah lebih cair daripada di tingkat nasional.

"PDI Perjuangan membuka ruang kerja sama dengan partai lain tujuannya tentu untuk kemajuan masyarakat Sumatera Barat," kata dia. 

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand) Padang Asrinaldi menilai pertemuan antara Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati  Soekarnoputri bisa menjadi awal komunikasi untuk Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Barat 2020.

"Ini membuktikan bahwa politik itu cair. Pada pemilu presiden (pilpres) berlawanan, tetapi dalam pemilu kepala daerah (pilkada) bisa saja berkoalisi," katanya secara terpisah.

Menurutnya koaliasi yang terbangun di pusat saat pilpres belum tentu akan dipertahankan pada Pilkada 2020, karena komunikasi antarpartai akan terjalin lebih cair.

Bahkan, bukan tidak mungkin koalisi antara Partai Gerindra dan PDIP bisa terjadi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar 2020 dengan persetujuan masing-masing partai.

Asrinaldi menyebut proses dukung mendukung dalam Pilpres 2019 juga tidak berpengaruh besar terhadap Pilgub 2020, karena masyarakat tetap akan lebih mengedepankan penilaian terhadap tokoh yang diusung partai.

"Partai pendukung calon 01 atau 02 dalam pilpres tidak akan mendapatkan keuntungan atau kerugian dalam pilgub nanti. Kalaupun ada pengaruh, tidak akan besar," katanya.

Ia tidak sependapat dengan penilaian bahwa partai pendukung Joko Widodo pada pilpres akan kesulitan mendapatkan dukungan masyarakat Sumbar pada pilgub nanti. (Ant)