logo alinea.id logo alinea.id

Golkar: Peluang Demokrat dan PAN masuk kabinet terbuka

Partai Golkar menyebut peluang Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) masuk ke kabinet Jokowi-Amin terbuka lebar.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Minggu, 26 Mei 2019 19:15 WIB
Golkar: Peluang Demokrat dan PAN masuk kabinet terbuka

Partai Golkar menyebut peluang Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) masuk ke kabinet Jokowi-Amin terbuka lebar.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jatim III DPP Partai Golkar Zainuddin Amali mengaku tak mempermasalahkan bergabungnya Partai Demokrat dan PAN di kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin 2019-2024. 

Kendati demikian, pemilihan calon-calon menteri yang akan duduk di kabinet merupakan hak prerogratif Jokowi sebagai presiden terpilih.

Menurutnya, peluang Jokowi untuk mengakomodir partai di luar koalisi saat ini memang terbuka lebar. Meskipun memang, presiden memiliki pertimbangan tersendiri untuk mengakselerasi kabinet yang akan datang. Upaya itu dilakukan guna menjaga stabilitas politik serta program pemerintah di parlemen.

"Silakan saja (Demokrat dan PAN masuk kabinet). Selain itu, pertimbangan lainnya tentu tentang konstelasi politik di parlemen," ujarnya ketika ditemui usai acara buka bersama Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim di Surabaya, Sabtu (25/5) petang. 

Pria yang akrab dipanggil ZA ini mengungkapkan, hingga saat ini belum ada pembicaraan secara intensif soal jatah pembagian kursi tiap parpol. Hal itu terjadi mengingat masih akan dibahas lagi bersama pimpinan masing-masing partai pengusung. 

"Kami pikir masih ada waktu untuk membahas antar pimpinan partai," katanya. 

Menurut dia, Partai Golkar siap untuk memberikan kader terbaiknya jika dibutuhkan untuk mengisi jabatan menteri tertentu. Hal ini tentu sepenuhnya menjadi pertimbangan presiden. 

Sponsored

"Itu hak prerogatifnya presiden. Sebagai pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf, dari sejak awal kami mengusung secara ikhlas," tegasnya. 

Untuk diketahui, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin telah dinyatakan unggul melalui hasil rekapitulasi akhir Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 ini diusung oleh koalisi sembilan partai politik. 

Parpol koalisi tersebut antara lain PDI Perjuangan, Golkar, PKB, NasDem, Perindo, PSI, Hanura, PKPI, dan PBB. Golkar kemungkinan menjadi partai politik yang mendapat jatah kursi dominan mengingat partai dengan dominasi warna kuning memiliki 85 kursi DPR RI, sekaligus berada di peringkat kedua partai dengan kursi terbanyak setelah PDI Perjuangan. 

Beberapa parpol di luar koalisi pun disinyalir akan mendapatkan jatah kursi di kabinet. Hal ini dengan semakin intensifnya komunikasi antar elit parpol Demokrat dan PAN bersama Jokowi. 

Seperti halnya, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bertemu dengan Jokowi sesaat setelah penetapan hasil KPU RI. PAN dan Demokrat merupakan partai pengusung paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Fenomena cocoklogi versus ilmu pengetahuan

Fenomena cocoklogi versus ilmu pengetahuan

Senin, 24 Jun 2019 22:15 WIB
Siasat turunkan harga tiket pesawat domestik

Siasat turunkan harga tiket pesawat domestik

Jumat, 21 Jun 2019 20:21 WIB