Golkar tetap berada di belakang Jokowi

Idrus Marham menegaskan dan menjamin Golkar tak akan berpaling dari Jokowi.

Golkar tetap berada di belakang Jokowi Partai Golkar optimistis pada Pilpres, minimal merengkuh kemenangan sebesar 65%. (Kudus Purnomo Wahidin/Alinea)

Pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata bukan untuk membangun poros ketiga yang sedang digalang Partai Demokrat. Namun, hanya sebuah silaturahmi biasa.

"Kalau ada pertemuan antar pimpinan partai politik, saya kira biasa. Melakukan pendekatan dalam arti penjajakan, tetapi pendekatan apapun tidak mengubah keputusan Partai Golkar," papar Ketua Koordinator Bidang DPP Partai Golkar Idrus Marham, di Gedung DPR , Senayan, Jakarta, Jumat (13/7).

Idrus menegaskan dan menjamin Golkar tak akan berpaling dari Jokowi, sekalipun Airlangga tak dipinang Jokowi sebagai pendampingnya di Pilpres 2019 nanti. Hal itu telah diputuskan secara organisatoris berdasarkan mekanisme organisasi.

Seluruh partai pendukung Jokowi, ujar dia, memang sebaiknya tidak memaksakan kehendak untuk memasang kadernya dengan Jokowi. Hal itu berpotensi menimbulkan tarik menarik kepentingan antar partai. "Serahkan sepenuhnya kepada Jokowi, biar beliau yang menentukan," ujarnya.

Partai Golkar optimistis pada Pilpres, minimal merengkuh kemenangan sebesar 65%. Apalagi seluruh partai pendukung tetap solid.

Sementara politisi Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan silaturahmi Airlangga dan partainya dengan menyambangi SBY, hanyalah koordinasi antar pimpinan partai dalam membahas situasi politik terkini, dan bukan rayuan agar Demokrat bergabung ke barisan pendukung Jokowi.

"Bukan merayu, tetapi merupakan koordinasi dan memang saat ini waktu yang tepat untuk itu. Sekarang merupakan  waktu yang amat menentukan sampai empat minggu mendatang," paparnya.


Berita Terkait