sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Hasto anggap konflik Ganjar vs Puan dinamika politik biasa

Konflik Ganjar-Puan menunjukkan adanya dialektika internal PDI Perjuangan.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Jumat, 28 Mei 2021 15:14 WIB
Hasto anggap konflik Ganjar vs Puan dinamika politik biasa

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai konflik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan Puan Maharani merupakan dinamika politik biasa. Hasto menyebut, partainya punya cara untuk meredam situasi.

"Yang terjadi di Jawa Tengah itu dinamika politik yang biasa," kata Hasto dalam diskusi virtual Para Syndicate bertajuk 'Membaca Dinamika Partai dan Soliditas Koalisi Menuju 2024', Jumat (28/5).

Hasto mengatakan, apa yang terjadi antara Ganjar dan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani juga terjadi pada pencalonan Presiden Joko Widodo (Jokowi), mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok), mantan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat, mantan Wali Kota Surabaya yang kini menjadi Menteri Sosial, Tri Rismaharini (Risma) dan sebagainya.

"Semua menunjukkan dialektika di internal PDIP. Tetapi kami punya kultur, mekanisme di dalam mengalahkah seluruh dialektika tersebut bagi kesiap-siagaan partai dalam menyosong pemilu," ujar Hasto.

Yang pasti, lanjut Hasto, meski diwarnai dialektika internal, partainya punya tugas dan tanggung jawab untuk menjaga kohesivitas pemerintahan Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin. "Agar secepatnya mengatasi pandemi Covid-19," pungkasnya.

Diketahui, konflik Ganjar dan Puan Maharani mencuat setelah Gubernur Jateng itu tak diundang dalam pengarahan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani di Kantor DPD PDIP Jateng, Panti Marhaenis, Jalan Brigjen Sudiarto, Kota Semarang, Sabtu (22/5).

Pengarahan kader itu guna penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024. Seluruh kader baik eksekutif, legislatif dan struktur partai diundang, kecuali Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Bahkan pengecualian itu tertulis jelas dalam susunan rundown acara yang tersebar.

Bukan hanya tak diundang, dalam pengarahan itu pun Puan melontarkan sindiran yang diduga diarahkan ke Ganjar. Sindiran itu disampaikan saat Puan menyebut kriteria pemimpin di 2024 bukan hanya yang muncul di media sosial, tapi justru di lapangan.

Sponsored
Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

Sabtu, 12 Jun 2021 08:10 WIB
Pilu di balik pembatalan ibadah haji

Pilu di balik pembatalan ibadah haji

Jumat, 11 Jun 2021 07:19 WIB
Berita Lainnya