sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ibu kota negara akan pindah, Hasto minta kader persiapkan diri

Kader PDIP harus bangga dengan keputusan Presiden Jokowi yang juga kader partai, memindahkan ibu kota ke Penajam Utara.

Hermansah
Hermansah Minggu, 01 Mar 2020 07:39 WIB
Ibu kota negara akan pindah, Hasto minta kader persiapkan diri
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 28233
Dirawat 18129
Meninggal 1698
Sembuh 8406

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan kepada kader partai yang berada di Kalimantan Timur untuk mempersiapkan diri dengan rencana kepindahan ibu kota negara ke Penajam Paser Utara, Kaltim.

Hasto menyampaikan hal itu saat menutup Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP Kaltim, Sabtu malam.

Menurut Hasto, kader PDIP harus bangga dengan keputusan Presiden Jokowi yang juga kader partai, memindahkan ibu kota ke Penajam Utara.

"Kaltim akan menjadi sentral dalam dinamika politik nasional. Maka kita ingin, keputusan Presiden Jokowi ini menjadi momentum mengubah mentalitas terjajah menjadi semangat juang sebagai pemimpin diantara bangsa-bangsa seperti di jaman Bapak Bangsa Bung Karno," kata Hasto.

Dalam rangka itu, Hasto mengingatkan agar para kader partai di Kaltim mempersiapkan diri menghadapi keadaan ketika ibukota negara sudah di Kaltim.

Sebagai contoh, otomatis bila ibu kota negara tak lagi di Jakarta, maka Kaltim menjadi pusat kegiatan menyangkut Indonesia, termasuk bila berhubungan dengan dunia internasional. Maka anak-anak Kaltim harus dipersiapkan untuk itu. Semisal soal kemampuan berbahasa Inggris.

"Harus siapkan anak-anak kita. Apalagi Kaltim akan jadi ibu kota negara. Maka harus siap menjadi bagian dari sebuah arena internasional," katanya.

Di sisi lain, anak-anak milenial di Kalimantan pun harus didorong menguasai ilmu-ilmu dasar seperti matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. "Harus bersekutu dengan ilmu pengetahuan dan riset," imbuh pria asal Yogyakarta itu.

Sponsored

Lebih jauh, dari sisi kepartaian, Hasto menyatakan kader partai di Kaltim juga harus bekerja keras memenangkan setiap ajang politik di wilayah itu. Secara khusus Hasto meminta pimpinan partainya di Kaltim untuk bisa menjadi contoh kerja penggalangan.

"Kader harus menyiapkan diri. Jangan sampai ibu kota dicanangkan oleh kader kita (Jokowi, red), namun ketua DPRD-nya nanti bukan kader kita," kata Hasto.

Jelang Pilkada Serentak 2020, Hasto meminta agar ajang itu menjadi momentum bagi PDIP Kaltim memperkuat soliditas serta semakin mendekatkan diri dengan rakyat. Sebagai partai yang dipercaya rakyat, seluruh petugas partai harus menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

"Kita tak pernah berhenti bergerak, solid bergerak, kokoh tunggal bergerak secara dinamis dan progresif. Selamat berjuang, menangkan pilkada serentak dengan cara-cara kepartaian," kata Hasto.

Sebelumnya, Ketua DPD PDIP Kaltim Safaruddin mengumumkan daftar empat pasangan calon kepala daerah yang diusung partai itu di 2020. Yakni untuk Pilkada Bontang adalah Adi Dharma-Basri Rase; untuk Balikpapan adalah Rahmad Masud-Thohari Azis; untuk Penajam Paser adalah Fahmi Fadli-Sulaiman Eva Merukh; dan untuk Kutai Barat adalah FX Yapan-Edyanto Arkan. (Ant)
 

Berita Lainnya