logo alinea.id logo alinea.id

Idulfitri jadi momentum mengobati luka pascapemilu

Elite-elite politik di Tanah Air diminta meredakan ketegangan pasca-Pemilu 2019.

Achmad Al Fiqri Fadli Mubarok
Achmad Al Fiqri | Fadli Mubarok Rabu, 05 Jun 2019 17:28 WIB
Idulfitri jadi momentum mengobati luka pascapemilu

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan berharap momentum Idulfitri dapat meredakan tensi politik pasca-Pemilu 2019. Menurut dia, sudah saatnya semua pihak merekatkan kembali tali persahabatan yang sempat renggang pada masa kampanye dan pemungutan suara. 

"Tentu ada masalah-masalah dan ada gesekan. Kampanyenya sampai 8 bulan, kelamaan. Ada yang mungkin sampai keras, ada yang disikut, atau enggak ditonjok. Istilahnya kayak main bola gitu, ya. Nah, sekarang kita obati luka-luka itu," ujar Zukifli di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra IV, Jakarta Selatan, Rabu (5/6).

Zulkifli berpesan agar para petinggi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf saling membuka diri dan berupaya meredakan ketegangan politik. Ia berharap kedua kubu 'menjahit' kembali merah putih yang sempat terkoyak.

"Tidak ada cebong (dan) kampret itu. Tidak ada. Kita ini sama sebangsa setanah air. Oleh karena itu, momentum ini saya mengajak kita jahit kembali merah-putih. Kita jahit persatuan. Kita jaga kebersamaan untuk menuju Indonesia lebih baik," ujar dia. 

Lebih jauh, Zulkifli mengajak masyarakat menghormati proses penyelesaian sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Ia pun meminta hakim MK independen dan profesional dalam memutus perkara sengketa Pilpres 2019. 

Tak hanya itu, Zulkifli pun berpesan agar presiden terpilih nantinya tidak pilih kasih dan bisa menggandeng seluruh masyarakat, termasuk kelompok masyarakat yang mendukung lawan politiknya. 

"Menang dalam artian presiden terpilih bisa menyatukan, menjahit, memperkuat kebersamaan kita. Itu yang paling penting," ujar Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu. 

Terpisah, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan, kontestasi elektoral tak seharusnya merusak persahabatan antar elite-elite politik. Elite politik, kata dia, seharusnya menjunjung tinggi prinsip fair play di dunia olahraga. 

Sponsored

"Saya juga biasanya suka bertarung di lapangan tenis dengan lawan politik. Ya, biasa saja. Setelah (pemilu) itu, berkawan dengan baiklah," ujar Ical, sapaan akrab Aburizal, di kediamannya di kawasan Simprug, Jakarta Selatan.  

Ical pun berharap momen Lebaran bisa membuat masyarakat dan elite-elite politik menjadi lebih bijaksana. "Kalau semua orang menahan diri, bersabar, dan peduli kepada yang lain saya kira Indonesia dapat jauh menjadi lebih baik," kata dia.