sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

#IndonesiaTerserah, Demokrat kritik keras pemerintah

Presiden seolah menganggap Covid-19 sebagai lelucon belaka

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Selasa, 19 Mei 2020 15:04 WIB
#IndonesiaTerserah, Demokrat kritik keras pemerintah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 29521
Dirawat 18308
Meninggal 1770
Sembuh 9443

Kekecewaan masyarakat dan tenaga medis yang digaungkan via #IndonesiaTerserah dinilai wajar. Pasalnya, hingga saat ini sikap yang ditunjukkan pemerintah dalam menghadapai Covid-19 dinilai sangat ambigu dan membingungkan. 

"Saya sangat memahami kerisauan masyarakat, tenaga medis. Mengingat bahwa pengabdian dan perjuangan para dokter, tenaga medis dan relawan medis berada dalam garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Mereka menyadari sepenuhnya risiko yang mereka hadapi. Mereka juga sangat menyadari akan berpotensi terpapar Covid-19," ujar Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto dihubungi, Selasa (19/5).

Menurut Didik, sudah banyak masyarakat kebingungan dengan kebijakan pemerintah melalui diksi-diksi yang dilontarkan. Terbaru, mengenai rencana pelonggaran PSBB.

Mulanya, jelas dia, pemerintah mengatakan akan mulai melonggarkan PSBB demi memperbaiki roda perekonomian Tanah Air. Namun, setelah banyak ditemukannya kepadatan masyarakat di beberapa titik, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemudian mengklarifikasi bahwa kebijakan pelonggaran belum dilakukan.

"Kebijakan pemerintah serta pernyataan presiden yang bisa dianggap tidak konsisten dan cenderung membingungkan, yang dibalut dengan istilah-istilah penggunaan kata yang menimbulkan perdebatan publik, saya sangat memahami kalau para dokter, tenaga medis dan relawan kesehatan merasa risau, betapa sakit perasaan dan psikologis mereka. Tidakkah pemerintah, tidakkah presiden memahami risiko nyawa yang di hadapi oleh mereka?" tegas Didik.

Anggota Komisi III DPR ini menilai, presiden dan jajarannya seolah menganggap Covid-19 sebagai lelucon belaka. Bagi Didik, hal ini sungguh memprihatinkan, apalagi di tengah masyarakat yang banyak menanggung derita.

Menurut Didik, sejatinya pemimpin adalah guru dan ditiru, omongan dan kebijakannya tidak boleh mencla-mencle. Pemimpin, kata dia, harus bijak, tegas, pas dan selalu bertumpu kepada kepentingan rakyatnya apapun kondisi dan alasannya.

"Jangan sampe pagi dele, sore tempe. Tidak lucu," pungkasnya.

Sponsored

Menurut Didik, dengan kondisi penyebaran Covid-19 yang belum terkendali, dan vaksin yang belum ditemukan, maka upaya yang paling efektif adalah pembatasan sosial dan menghindari kerumunan. 

Tentu, jelas dia, hal ini tidak hanya dilakukan dengan menerapkan protokol Covid-19. Namun, juga dengan mengobati mereka yang terpapar virus yang muncul pertama kali di Wuhan, China itu.

Berita Lainnya