logo alinea.id logo alinea.id

Ingat masa lalu, Megawati terisak di Rakornas PDIP

Megawati sempat teringat ketika dirinya tidak diperbolehkan untuk dipilih.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Kamis, 10 Jan 2019 11:23 WIB
Ingat masa lalu, Megawati terisak di Rakornas PDIP

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) sekaligus merayakan ulang tahun yang ke 46 dengan tema 'Persatuan Indonesia Membumikan Pancasila' di Jiexpo Kemayoran, Jakarta.

Berdasarkan pantauan Alinea.id, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri datang didampingi Calon Presiden Joko Widodo yang menggunakan baju berwarna merah khas PDI Perjuangan. Sementara itu Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin tetap seperti biasa menggunakan kostum kebesarannya sebagai ulama dengan dibalut sorban.

Masuk ke dalam ruangan, Megawati bersama Jokowi langsung disambut teriakan merdeka oleh ribuan kader yang memadati ruangan acara. 

"Merdeka.. Salam Metal.. Mega Total..Merah Total..Menang Total," teriak ribuan kader PDIP.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, menjelaskan sejumlah fakta sejarah hingga lahirnya PDIP. Salah satunya ketika dirinya didatangi beberapa orang dari pemerintah yang mengatakan tidak memiliki hak untuk dipilih, tetapi tetap diizinkan untuk memilih.

"Saya pikir warga PDIP akan nurut untuk tetap memilih. Tetapi warga PDIP pada waktu itu justru melakukan drama tidak mau memilih. Itulah sebabnya suara PDIP turun drastis. Mereka bukan sedih, malah bersorak," ucap dia seraya mengeluarkan air mata.

Drama berlanjut ketika 1999, saat kembali dilaksanakan Pemilu. "Saya diberitahu boleh ikut asal mengubah nama. Makanya namanya menjadi PDIP dan 1 Februari 1999, namanya disahkan. Itulah salah satu perjalanan PDI Perjuangan," tutur dia. 

Perayaan ulang tahun partai tersebut, juga dihadiri tokoh-tokoh nasional dan menteri-menteri Kabinet Kerja seperti Menko Polhukam Wiranto, Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Perhubungan Budi Karya.

Sponsored

Lalu, Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno. Juga tampak hadir Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Rommahurmuziy, Ketua DPR RI Bambang Soesantyo, Ketua MPR sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Hadir pula tokoh-tokoh senior seperti Hamzah Haz, Jusuf Kalla, Kwik Kian Gie, Tri Sutrisno.