sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ironis, perkantoran malah jadi klaster sebaran Covid-19

Anggota DPR soroti tren perkantoran jadi klaster penyebaran Covid-19.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 29 Jul 2020 16:21 WIB
Ironis, perkantoran malah jadi klaster sebaran Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo menilai tren perkantoran menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Tanah Air suatu hal ironi.

Seharusnya, sambung dia, perkantoran dihuni orang yang berpendidikan serta memahami apa dan bagaimana protokol kesehatan Covid-19 sesuai anjuran pemerintah.

"Semestinya mereka sudah paham bagaimana seharusnya menyikapi ancaman Covid-19 ini. Tapi kan kenyataannya, banyak perkantoran yang kini menjadi klaster baru, khususnya di Jakarta," kata Rahmad dalam keterangannya kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (29/7). 

Menurut Rahmad, maraknya penyebaran Covid-19 di perkantoran ini menjadi keprihatinan bersama. Untuk itu ia mendorong semua pihak, baik perusahaan maupun karyawan bersama-sama meningkatkan kewaspadaan.

Politisi PDIP ini menegaskan, kunci kemenangan dalam perang melawan Covid-19 hanya satu, yaitu displin yang tinggi, sebelum vaksi ditemukan.

Mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan adalah harga mati untuk diterapkan.

"Saya ingin mengimbau, khususnya kepada para pekerja di kantoran, mulai lah mendisplinkan diri sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Kenyataan yang menghawatirkan ini harus jadi proses pembelajaran bersama agar kasus klaster perkantoran ini tidak meledak kembali dan semakin parah," tegas Rahmad.

Dikatakan dia, dalam menghadapi pandemi banyak hal yang semestinya jadi bahan evaluasi. Segala peringatan WHO, apapun itu harus menjadi bahan perhatian terus menerus. Apalagi soal penularan virus lewat udara atau airbone.

Sponsored

"WHO sudah mengatakan tentang airborne, karena itu sirkulasi diudara juga harus diperhatikan. Pokoknya semua protokol kesehatan yang dianjurkan WHO dan pemerintah itu harus benar-benar dijalankan," tandas dia.

Diketahui, Tim Pakar Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah menyebut, kasus Covid-19 pada klaster perkantoran di Jakarta naik signifikan. Hanya terdapat 43 kasus saat PSBB dan bertambah 416 orang atau 9,6 kali lebih tinggi kala PSBB transisi. Sehingga, terdapat 90 klaster perkantoran dengan 459 kasus.

Klaster perkantoran terbagi menjadi beberapa kelompok. Detailnya, 20 klaster kementerian dengan 139 kasus, 10 klaster badan/lembaga dengan 25 kasus, 24 klaster kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dengan 141 kasus, satu klaster kepolisian dengan empat kasus, delapan BUMN dengan 35 kasus, dan sisanya swasta.

"Artinya, kita harus alert, nih. Di mana pun kita berada harus mematuhi protokol kesehatan," jelasnya di BNPB, Jakarta, hari ini.

Berita Lainnya