logo alinea.id logo alinea.id

Isi pertemuan Prabowo Subianto dengan Suharso Monoarfa

Prabowo memberi masukan kepada pemerintah ke depan agar dapat lebih memikirkan pembangunan Sumber Daya Alam (SDA).

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Jumat, 16 Agst 2019 11:27 WIB
Isi pertemuan Prabowo Subianto dengan Suharso Monoarfa

Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, membeberkan hasil pertemuan Plt Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan pada Kamis, (15/8).

Menurut Arsul, ada beberapa hal yang dibahas oleh Suharso dan Prabowo. Pertama, Arsul mengatakan, pihaknya ingin mendengar konsep pembangunan yang ditawarkan Prabowo untuk Indonesia ke depan, yang disebut berbeda dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ya kami ingin menampung semua masukan, termasuk dari Pak Prabowo. Jika memang ada yang positif dan belum dipikirkan oleh Pak Jokowi, agar kami komunikasan,” kata Arsul sebelum rapat tahunan MPR di Gedung MPR-DPR, Jakarta, Jumat (16/8).

Dari pertemuan tersebut, Arsul mengatakan, Prabowo memberi masukan kepada pemerintah ke depan agar dapat lebih memikirkan pembangunan Sumber Daya Alam (SDA), selain pembangunan ekonomi dan infrastrukur. Arsul menilai, konsep yang dipaparkan Prabowo ihwal SDA sangatlah menarik.

Arsul menuturkan, Prabowo telah menjelaskan konsep berbasis a view to food dalam konteks pangan, energi, dan sumber daya air. Bagi Prabowo, kata Arsul, kondisi pangan, energi, dan sumber daya air sedang dalam masa yang urgen. Karena itu,  elemen tersebut harus diperhatikan demi kesejahteraan rakyat.

Selain membahas konsep pembangunan, Suharso dan Prabowo juga membicarakan ide Partai Amanatan Nasional (PAN) yang menginginkan penambahan jumlah kursi pimpinan MPR. Terkait ide itu, PPP ingin mendengarkan pandangan Gerindra.

Setelah membahasnya, kata Arsul, PPP dan Gerindra akhirnya sepakat ingin mengkaji lebih dalam terlebih dahulu. Selain itu, pihaknya bersama Partai Gerindra juga ingin mendengarkan alasan PAN secara langsung. Untuk itu, partainya pun telah berkoordinasi dengan Zulkifli Hasan.

Partainya pun juga berencana membahas mengenai ide PAN tersebut kepada partai politik lain yang masuk dalam parlemen mendatang. "Minimal kalau tidak bertemu pimpinan parpol, kami bertemu fraksi, maunya seperti apa. Di satu sisi ada kebutuhan untuk kebersamaan, tapi di sisi lain ada kritik dari masyarakat karena semuanya di MPR, seolah ini hanya akan memboroskan anggaran negara," ucapnya.

Sponsored

Poin selanjutnya, terkait kemungkinan koalisi pada Pilkada 2020. "Karena ini mau momen Pilkada 2020 secara serentak kan ada 270 daerah, ada 9 gubernur . Nah, di bawah tidak bisa linear koalisinya supaya di atas, di beberapa daerah kami buka kemungkinan koalisi dengan Gerindra," ucap Arsul.