sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Istana konfirmasi akan ada reshuffle kabinet Jokowi

Perombakan kabinet untuk sementara ini baru diputuskan untuk posisi dua kementerian.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Jumat, 23 Apr 2021 19:12 WIB
Istana konfirmasi akan ada <i>reshuffle</i> kabinet Jokowi

Istana tak menampik bahwa Presiden Joko Widodo akan mengocok ulang (reshuffle) Kabinet Indonesia Maju. Namun, masih dalam tahap penggodokan hingga kini.

Meski demikian, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Donny Gahral Adian, memastikan, ada dua menteri yang telah terkonfirmasi akan dilakukan perombakan, yaitu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Investasi.

"Saya yakinkan (reshuffle) untuk dua kementerian. Sisanya, meski banyak nama berseliweran karena presiden masih menimbang secara mendalam, masak-masak, sebelum melakukan reshuffle," katanya dalam webinar "Menimbang Kementerian Baru dan Reshuflle Kabinet di Tengah Pandemi", Jumat (23/4).

Dirinya pun mengatakan, terbuka peluang reshuffle meluas ke kementerian lain. Kilahnya, Jokowi selalu menginginkan para pembantunya bekerja lebih keras dan memiliki kesadaran krisis untuk mengatasi pandemi dan memulihkan ekonomi dalam setiap rapat-rapat terbatas.

"Jadi, saya kira, seluruh evaluasi harus diarahkan ke sana, apakah kementerian sudah bekerja seperti yang diharapkan presiden, extraordinary, out of the box untuk bisa recovery dari pandemi yang sudah setahun lebih ini," tuturnya.

Menurutnya, nama-nama menteri yang moncer dan tidak berdasarkan survei persepsi oleh beberapa surveyor menjadi masukan bagi Jokowi. "Jika ada satu dua menteri yang tidak sesuai dengan ekspektasi beliau, ya, tidak terlepas kemungkinan akan digantikan."

Selain itu, Donny menepis isu tentang tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Witjaksono, dan Wali Kota Bogor, Bima Arya, di Istana Kepresidenan berkaitan dengan reshuffle, termasuk kader Partai Amanat Nasional (PAN). Dalihnya, mereka menemui Jokowi hanya untuk mendapat wawasan tentang kebijakan pemerintah.

"Setiap hari presiden menerima banyak stakeholder. Jadi, saya kira, jangan terlalu cepat menyimpulkan setiap orang yang bertemu presiden itu jadi menteri. Bisa saja dia pergi sekadar mendapatkan insight tentang apa yang menjadi kebijakan pemerintah," jelasnya.

Sponsored

Dia menambahkan, pergantian menteri dari kalangan partai politik (parpol) tentu akan dibahas dengan petinggi partai. Semenjak reshuffle pada Desember 2020 lalu, Donny menilai, kinerja politikus di kabinet sudah meningkat.

Kendati begitu, keputusan mengganti diganti atau tidak menjadi hak prerogatif Jokowi. "Yang penting adalah presiden ingin menteri yang memenuhi kriteria yang dia inginkan dan ada target yang ditetapkan. Target juga bukan yang mengawang-awang, supaya terukur," pungkas Donny.

Berita Lainnya