sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Isu PAN gabung kabinet, PPP ungkit kelakuan elite partai era SBY

PPP ingatkan PAN atau partai lain yang gabung kabinet Jokowi tak berperilaku seperti oposisi.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Sabtu, 17 Apr 2021 13:02 WIB
Isu PAN gabung kabinet, PPP ungkit kelakuan elite partai era SBY

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan, partainya menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kabar Partai Amanat Nasional (PAN) yang diprediksi bakal mendapat posisi di Kabinet Indonesia Maju.

"Ini bukan soal legowo atau tidak legowo, karena soal kabinet itu hak prerogatif Presiden, maka ya PPP menyerahkan kepada Presiden soal masuknya PAN atau partai lainnya," kata Arsul kepada Alinea.id, Sabtu (17/4).

Kendati demikian, Arsul mengingatkan PAN atau partai lain yang ingin bergabung untuk tidak berperilaku seperti oposisi. "Yang ingin PPP ingatkan di masa lalu, termasuk di masa Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono saat jabat presiden), ada partai yang duduk dalam koalisi pemerintahan tapi tokoh atau elemen partainya berperilaku layaknya partainya sebagai oposisi," kata dia.

Kabar PAN bakal mendapat jatah kursi menteri diembuskan Ketua DPP PAN Mumtaz Raiz. Dia mengatakan partainya siap bergabung dalam kabinet Jokowi. Isu berembus bahwa ada dua kursi bakal diisi oleh PAN, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Menteri Perhubungan (Menhub).

Sponsored

Kabar PAN disebut-disebut bakal gabung kabinet Jokowi semakin kencang setelah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas mengkritik keras wacana koalisi partai Islam untuk Pilpres 2024 yang digadang-gadang PKS-PPP di tengah isu reshuffle.

Zulhas, menilai pembentukan koalisi partai poros Islam tersebut kontraproduktif dengan upaya memperkuat dan memperkokoh persatuan bangsa. "Saya menilai wacana ini justru kontraproduktif dengan upaya kita melakukan rekonsiliasi nasional, memperkuat, memperkokoh persatuan, dan kesatuan kita sebagai bangsa serta negara," kata Zulhas, dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (16/4).

Kabar kocok ulang kabinet ini beredar kencang setelah Tenaga Ahli Utama Kedeputian Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menyebut, Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Dia memprediksi reshuffle besar kemungkinan akan dilakukan pada pekan ini.

Berita Lainnya