sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Isu reshuffle, pengamat: Menteri dengan huruf depan M, aman

Peleburan Kementerian Ristek telah mendorong wacana reshuffle tak terhindarkan.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Selasa, 20 Apr 2021 11:36 WIB
Isu reshuffle, pengamat: Menteri dengan huruf depan M, aman

Wacana perombakan kabinet atau reshuffle jilid dua di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kembali mengemuka. Hal itu seiring dengan peleburan Kementerian Riset-Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta dibentuknya Kementerian Investasi.

Surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021 perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian ini telah mendapat persetujuan DPR melalui Rapat Paripurna yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (9/4).

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute Karyono Wibowo mengatakan, langkah peleburan tersebut telah mendorong wacana reshuffle tak terhindarkan, bahkan cenderung liar. Namun, hal ini tentu wajar dalam dinamika politik kontemporer.

"Langkah penggabungan dan pembentukan kementerian baru membuka celah pelbagai kekuatan politik dengan mengkapitalisasi momentum untuk mendorong reshuffle kabinet," kata Karyono kepada Alinea.id, Selasa (20/4).

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan kalau Jokowi sudah memiliki agenda untuk melakukan reshuffle terbatas, atau bahkan tidak terbatas pada kementerian baru. Jadi, tidak menutup kemungkinan jika reshuffle dilakukan dengan menggeser posisi menteri dan atau sejumlah menteri yang terdepak diganti dengan orang baru.

"Soal siapa yang akan menempati kementerian baru atau menteri yang bakal digeser ke posisi tertentu, tentu menjadi kewenangan Jokowi sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan," katanya.

Kendati demikian, dia berharap skema presiden dalam melakukan reshuffle atau menempatkan seseorang menempati kementerian yang baru bisa sejalan dengan harapan rakyat, yaitu menempatkan orang yang tepat, yakni memiliki integritas , kapabilitas, kompetensi, dan totalitas dalam mengemban amanah untuk kemajuan bangsa.

"Menteri-menteri yang kinerjanya buruk yang harus dicopot atau jika ada menteri yang dinilai masih memiliki integritas tetapi tidak cocok di posisinya saat ini bisa digeser ke posisi yang sesuai dengan bidang keahliannya," jelas dia.

Sponsored

Untuk itu Karyono memprediksi beberapa menteri atau pejabat setingkat menteri yang memiliki huruf depan M seperti Moeldoko, Mahfud MD, Muhammad Tito Karnavian, Muhammad Basuki Hadimuljono, masih dipertahankan dalam kabinet Indonesia Maju.

"Terlepas dari kontroversinya, posisi mereka masih dibutuhkan Presiden Joko Widodo di pemerintahan. Untuk M Lutfi dan Muhadjir Effendi kemungkinannya peluangnya fifty-fifty. Mungkin saja akan dilakukan pergeseran ke pos-pos lain," katanya.

Berita Lainnya