Jadwal tes kesehatan capres-cawapres 2019

KPU memberikan kesempatan kepada masing-masing calon untuk memilih waktu menjalani tes kesehatan.

Jadwal tes kesehatan capres-cawapres 2019 Warga mengenakan topeng pasangan Capres Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat melakukan aksi di Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah, Jumat (10/8)./Antara Foto

Setelah menerima dan memeriksa kelengkapan berkas pencalonan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) hari ini, Jumat (10/8), Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama dengan tim teknis pasangan calon, akan melakukan proses pemeriksaan keabsahan dokumen.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan, setelah semua kelengkapan terpenuhi, pasangan calon tinggal melengkapi hasil pemeriksaan kesehatan.

"Masing-masing pasangan bakal calon juga sudah mengkonfirmasi jadwal pemeriksaan kesehatan," jelasnya di Gedung KPU RI di Jakarta, Jumat (10/8).

KPU menyatakan, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan melakukan cek kesehatan pada hari Minggu (12/8). Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno melakukan cek kesehatan pada hari Senin (13/8). Tes kesehatan akan dilakukan di RSPAD Gatot Subroto.

Arief juga menyebutkan, KPU sebenarnya berharap para kandidat bisa secepatnya melakukan pemeriksaan kesehatan, sehari setelah pemeriksaan berkas. Hanya saja, KPU memberikan kesempatan kepada masing-masing calon agar memilih waktunya sendiri, dengan batas waktu sampai Senin (13/8). 

"Kan yang tersisa Sabtu, Minggu, Senin. masing-masing (pasangan calon) bisa pilih kapan," katanya. 

Sebagai informasi, hari ini dua pasangan calon telah melakukan pendaftaran Capres dan Cawapres di KPU RI. 

Pasangan Jokowi-Maruf Amin datang pada pukul 09.37 WIB, sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno datang pada pukul 13.29 WIB. 

Selain itu, Arief mengatakan parpol baru yang belum memiliki suara di parlemen belum bisa menjadi partai pengusung 

"Pokoknya yang bisa usung yaitu parpol ikut Pemilu kemarin (Pemilu 2014) dan punya suara, (maka) Perindo dan PSI kami keluarkan," katanya.


Berita Terkait