sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jajaran menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin sudah final

Presiden Joko Widodo memastikan jajaran menteri kabinet kerja jilid II sudah rampung disusun dan akan diumumkan setelah 20 Oktober 2019.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Kamis, 17 Okt 2019 20:30 WIB
Jajaran menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin sudah final

Presiden Joko Widodo memastikan jajaran menteri kabinet kerja jilid II sudah rampung disusun dan akan diumumkan setelah 20 Oktober 2019. Tepatnya setelah pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024.

Jokowi mengumumkan di akun Instagram terverifikasi miliknya @Jokowi pada Kamis (17/10) pagi. Dia menyebut Indonesia tak berkekurangan orang-orang hebat dan mampu memimpin kementerian dan lembaga, dan bersedia untuk mengabdi kepada bangsa ini.

"Mereka terserak di semua bidang pekerjaan dan profesi akademisi, birokrasi, politisi, santri, juga TNI dan polisi," tulis Jokowi.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Johnny Gerard Plate mengatakan pembentukan kabinet dilakukan setelah Kepala Negara memanggil ketua umum partai politik dari koalisi pada Rabu (16/10).

"Iya benar sudah rampung. Presiden diskusi lagi dengan partai pengusungnya, kan baik lah? Karena masyarakat berspekulasinya luar biasa, manuver dan akrobatik politik yang berkembang recently (sekarang ini) juga luar biasa. Kan Presiden perlu bertemu supaya ambil keputusan dengan benar," kata Johnni kepada wartawan di Jakarta, Kamis (17/10).

Menurut Johnny kehadiran ketum parpol dari koalisi untuk mengambil keputusan akhir pembentukan kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Meski demikian, kata dia, finalisasi kabinet ini tetap ada di tangan Jokowi.

"Iya kalau finalisasi ada di Presiden, jangan kita ganggu gugat. Tapi kalau Presiden bicara untuk ambil keputusan akhir itu perlu dilakukan dengan ketua-ketua umum partai," jelas dia.

Ketika disinggung apakah Gerindra dan Demokrat masuk dalam kabinet, Johnny mengatakan bahwa hal itu tetap menjadi urusan Jokowi. Hanya saja, kata dia, Jokowi mempertimbangkan dua parpol tersebut dengan syarat sejalan dengan visi dan misinya.

Sponsored

"Pasti pertimbangan beliau adalah visi-misi yang diterima rakyat adalah punya saya (Presiden Jokowi). Jadi, kalau masuk ya terima visi misi saya (Presiden Jokowi). Jangan bawa visi-misi baru," katanya.

Pertimbangan Jokowi lainnya terkait masuknya Demokrat dan Gerindra, kata Johnny, ialah soliditas kabinet. "Pertimbangan keempat, bisa melakukan koordinasi yang baik di antara anggota kabinet, bukan kerja sendiri-sendiri," ujar anggota DPR ini.

Johnny lebih lanjut mengatakan, Nasdem mendukung keputusan Jokowi jika mantan Wali Kota Solo itu merasa masuknya Gerindra dan Demokrat diperlukan, termasuk memperlebar koalisinya.

"Tapi kalau Pak Jokowi merasa belum perlu sekarang, tapi nanti, itu juga kami dukung. Kalau Pak Jokowi berpikir sama sekali enggak, dipisahkan sama sekali, kami dukung juga itu. Tinggal berapa hari lagi," pungkas dia.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Selamat pagi. Saya telah menerima beberapa versi “bocoran” nama-nama menteri kabinet untuk pemerintahan periode 2019-2024. Saya sendiri membacanya dengan antusias kalau-kalau itu benar adalah bocoran ???? Yang jelas, susunan kabinet untuk pemerintahan periode mendatang sudah rampung. Saya akan umumkan segera setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 pada 20 Oktober, bisa di hari yang sama, atau setelahnya. Siapa-siapa yang akan membantu saya di pemerintahan nanti? Sabarlah. Indonesia ini tak berkekurangan orang-orang hebat dan mampu memimpin kementerian dan lembaga, dan bersedia untuk mengabdi kepada bangsa ini. Mereka terserak di semua bidang pekerjaan dan profesi: akademisi, birokrasi, politisi, santri, juga TNI dan polisi. Tidak sulit menemukan mereka.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Joko Widodo (@jokowi) pada

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Rabu, 20 Nov 2019 19:35 WIB
Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Selasa, 19 Nov 2019 21:07 WIB