sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jatah loyalis Bamsoet, Airlangga: Posisinya top banget 

Bamsoet disebut meminta lima jabatan strategis bagi para loyalisnya.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Kamis, 28 Nov 2019 19:45 WIB
Jatah loyalis Bamsoet, Airlangga: Posisinya top banget 

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengaku sudah menawarkan jabatan kepada tiga loyalis Bambang Soesatyo (Bamsoet). Tawaran jabatan itu merupakan bagian dari lobi Airlangga dan Bamsoet dalam persaingan merebut kursi Golkar-1. 

"Tiga dari lima sudah ditawari jabatan. Yang satu (pilihan) komisinya sudah dipenuhi. Yang dua (orang), (satu) ditawarkan (tapi) tidak bersedia. Yang satu (orang) lagi pikir-pikir. Mungkin masih menimbang," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/11)

Menurut Airlangga, posisi-posisi yang ia tawarkan kepada para loyalis Bamsoet itu sangat strategis. Karena itu, ia mengaku heran kubu Bamsoet mengklaim tidak diakomodasi olehnya. "Posisinya top banget," imbuh dia.

Tawaran jabatan itu, lanjut Airlangga, juga diketahui Ketua Koordinator Bidang Perempuan, Pemuda, dan Inovasi Sosial Partai Golkar Agus Gumiwang. "Ada di Pak Menperin (Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang). Ada catatannya masih lengkap," ungkap Airlangga.

Saat ditemui di tempat lain, Airlangga juga membantah pernyataan loyalis Bamsoet yang menyatakan ada tiga menteri Jokowi yang mengintervensi kader-kader Golkar di daerah untuk memilihnya sebagai ketum. "Tidak ada itu," kata Airlangga. 

Ia juga membantah tudingan kubunya melanggar AD/ART karena menyepakati secara sepihak perubahan tata cara pencalonan ketua umum. Perubahan mekanisme itu dipaparkan steering comittee Munas Golkar pada rapat pleno pengurus di DPP Golkar, Rabu (27/11) lalu. 

Disebutkan dalam rapat pleno tersebut, seorang bakal calon harus memperoleh dukungan tertulis dari 30% pemilik suara jika ingin maju sebagai kandidat ketum di Munas Golkar, Desember mendatang. 

"Pada saat penjaringan awal itu yang dicek adalah persyaratan administratif. Begitu lolos, maka dia menjadi bakal calon. Dari bakal calon itu dengan persyaratan didukung 30%. Sudah itu, maka masuk ke tahap yang namanya voting," pungkasnya.

Sponsored

Terpisah, Gumiwang mengatakan, Airlangga dan Bamsoet pernah bertemu untuk menyepakati jabatan bagi tiga kader Golkar yang dekat dengan Bamsoet. Namun, usai pertemuan itu, Bamsoet kembali meminta dua jabatan lagi untuk loyalisnya. 

"Ada pertemuan antara Pak Airlangga dan Pak Bamsoet yang menyepakati komitmen (terkait pencalonan sebagai ketum). Yang dua lagi tambahan langsung dari Pak Bamsoet kepada saya melalui telepon. Jadi, cuma lima yang dititipkan," kata dia. (Ant)