logo alinea.id logo alinea.id

Jika Gibran dan Kaesang maju Pilwakot Solo, Jokowi dinilai bakal intervensi

Jokowi mempersilakan keduanya untuk maju sebagai calon walikota Solo.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Senin, 29 Jul 2019 18:49 WIB
Jika Gibran dan Kaesang maju Pilwakot Solo, Jokowi dinilai bakal intervensi

Direktur Eksekutif Pusat Studi Demokrasi dan Partai Politik (PSDPP) Dedi Kurnia Syah Putra menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal kesulitan membatasi diri untuk tidak melancarkan intervensi politik jika kedua putranya memutuskan maju sebagai calon walikota Solo. 

"Melihat karakter Jokowi saat pilpres, rasanya Jokowi bukan tipe yang bisa membatasi diri (antara) sebagai presiden atau capres. Bisa saja itu ia ulang jika memang kedua putranya mencalonkan. Jokowi akan kesulitas memisahkan diri sebagai presiden atau sebagai ayah. Ini sisi kelam demokrasi elektoral kita saat ini," kata Dedi saat dihubungi Alinea.id, Senin (29/7). 

Nama Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep mencuat sebagai kandidat kuat calon walikota Solo dalam survei yang dirilis Laboratorium Kebijakan Publik Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, pekan lalu. Nama Gibran bahkan muncul sebagai tokoh terpopuler pada survei tersebut. 

Jokowi sendiri mengaku tak akan melarang kedua putranya terjun ke dunia politik. "Saya enggak pernah melarang, mau di politik juga silakan. Orang tua cuma bisa begitu (mendukung)," tutur suami Iriana itu. 

Menurut Dedy, Gibran dan Kaesang punya potensi untuk memenangi Pilwalkot Solo. Apalagi, Jokowi bakal melanjutkan periode pemerintahannya yang kedua saat Pilwalkot Solo digelar pada 2020 nanti.

Namun demikian, ia berharap kapabilitas keduanya diuji terlebih dahulu. Ia pun menyarankan partai politik yang hendak mengusung putra-putra Jokowi untuk menggelar riset opini publik untuk membaca potensi keduanya. 

"Ini adalah sisi kelam demokrasi elektoral di mana popularitas lebih dieksploitasi dibanding kapasitas. Ini juga menjadi ujian bagi publik. Karena semakin dipaksa memilih tokoh, dengan dominan popularitas bukan kapasitas kepemimpinan," tutur Dedi. 

Ketua DPP PDI-Perjuangan Andreas Hugo Pareira berharapnya masuknya nama Gibran dan Kaesang Pangarep dalam bursa calon walikota Solo tidak dikaitkan dengan nama besar sang ayah. "Itu kan hasil survei. Pendapat masyarakat kenapa harus ditabrakkan dengan conflict of interest dengan Jokowi," ujar Andreas.

Sponsored

Selain itu juga, lanjut Andreas, Kaesang dan Gibran pun belum mendeklarasikan diri untuk maju di Pilwalkot Solo. "Kalaupun mereka maju dan akan menjadi conflict of interest dengan Jokowi, ya, rakyat tidak usah pilih tokoh. Yang putuskan mereka jadi walkot atau tidak adalah rakyat, bukan Jokowi," tuturnya. 

Menurut Andreas, selama ini Gibran dan Kaesang juga tidak pernah memanfaatkan jabatan sang ayah untuk memperoleh keuntungan ekonomi dan politik. 

"Mereka anak-anak muda yang tetap menjadi diri mereka sendiri, ditengah popularitas, puja-puji dan juga cacian terhadap bapaknya yang Presiden. Ini contoh yang baik untuk generasi muda kita," katanya.