logo alinea.id logo alinea.id

JK: Pemilih Golkar jangan mendua

JK menilai Jokowi merupakan salah satu capres terbaik di antara dua kandidat yang bertarung dalam Pilpres 2019.

Purnama Ayu Rizky
| Purnama Ayu Rizky Sabtu, 22 Des 2018 21:35 WIB
JK: Pemilih Golkar jangan mendua

Eks ketua umum Partai Golkar Jusuf Kalla berpesan, seluruh konstituen partai beringin harus memilih pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada pemilu mendatang.

Ini harus bersamaan pilihannya, setiap pemilih Golkar harus memilih juga pilihannya yang telah disepakati secara bersama. Jangan mendua, kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Makassar, Sabtu (22/12).

Jusuf Kalla didampingi istri Mufidah Kalla makan siang bersama Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di kediaman pribadinya Jalan Haji Bau, Makassar.

Pesan tersebut menurut JK juga telah disampaikan kepada seluruh kader dan calon anggota legislatif Partai Golkar pada Rapat Akhir Tahun Forum Silaturahmi Partai Golkar di Hotel Dharmawangsa Jakarta, Kamis (20/12).

Untuk membuat para pemilih Partai Golkar memilih pasangan Jokowi-Ma ruf, JK pun mengingatkan kepada para caleg dari partai koalisi untuk juga mengampanyekan pasangan capres-cawapres tersebut.

Oleh karena itu, metode kampanye dari pintu ke pintu atau door to door dinilai lebih efektif untuk mengenalkan visi dan misi pasangan Jokowi-Ma ruf sekaligus kampanye para caleg dari partai koalisi.

Sementara itu, upaya untuk mengampanyekan Jokowi di Sulawesi Selatan dilakukan Jusuf Kalla dengan menggelar pertemuan silaturahim dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Sulawesi Selatan, bersama dengan Joko Widodo, di The Rinra Makassar, Sabtu sore.

JK menilai Jokowi merupakan salah satu capres terbaik di antara dua capres yang bertarung dalam Pilpres 2019.

Menurut JK, kemampuan Jokowi dalam memimpin pemerintahan selama empat tahun terakhir cukup menunjukkan perkembangan yang baik untuk melanjutkan periode berikutnya.

Karena (Jokowi) yang terbaik dari yang ada. Pilihannya mesti yang terbaik kan? Kedua, sudah menguasai masalah, tidak butuh waktu belajar lagi, itu kan sudah cukup, kata JK. 



Sumber : Antara