sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jubir Wapres: Penurunan baliho Rizieq harus dilakukan

Juru Bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin dukung penurunan baliho Rizieq Shihab oleh TNI.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Jumat, 20 Nov 2020 17:41 WIB
Jubir Wapres: Penurunan baliho Rizieq harus dilakukan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 511.836
Dirawat 64.878
Meninggal 16.225
Sembuh 429.807

Juru Bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi turut angkat bicara ihwal tindakan prajurit TNI atas pencopotan baliho FPI bergambar Rizieq Shihab beberapa waktu lalu. Menurutnya, tindakan penurunan baliho itu perlu dilakukan.

"Terkait penurunan baliho harus dilakukan, kalau ada pelanggaran yang terkait dengan Covid-19, sedang menegakan protokol covid dan itu harus kita taati bersama," kata Masduki saat jumpa wartawan melalui videoconference, Jumat (20/11).

Baginya, Indonesia tengah berjuang dalam memerangi Covid-19. Karena itu, kunci untuk memenangkan perang ini dapat dilakukan dengan patuh terhadap protokol kesehatan.

Di samping itu, protokol kesehatan dinilai menjadi kunci untuk mengeluarkan Indonesia dari zona krisis ekonomi. "Kalau tidak keluar, maka tidak bsa menyelesaikan ekonomi," beber Masduki.

Sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengancam akan membubarkan FPI jika terus bertindak semaunya sendiri. Bahkan, akan menurunkan semua baliho bergambar Habib Rizieq Shihab yang dipasang sembarangan.

"Kalau perlu FPI itu bubarkan saja. Ini akan saya bersihkan semua. Tidak ada itu baliho-baliho yang mengajak revolusi akhlak. Saya peringatkan dan saya tidak akan segan-segan menindak dengan keras," ujar Dudung.

Dia mengaku telah memerintahkan prajurit untuk mencopot baliho bergambar Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab itu.

"Berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq itu perintah saya," katanya setelah menggelar apel dalam persiapan antisipasi banjir dan Pilkada 2020 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11).

Sponsored

Prajurit TNI terpaksa turun tangan karena baliho tersebut kembali dipasang setelah beberapa kali dicopot oleh Satpol PP DKI. Menurut Dudung, pemasangan baliho semestinya taat terhadap hukum, membayar pajak, dan sesuai dengan lokasi yang ditentukan.

"Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar. Enggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya," ujar Dudung.

Berita Lainnya