sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kader anyar Demokrat: Dikontrak 10 tahun, didenda Rp1 miliar jika keluar

Para kader terbaru Demokrat dididik secara militer selama beberapa bulan terakhir.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 11 Des 2019 17:07 WIB
Kader anyar Demokrat: Dikontrak 10 tahun, didenda Rp1 miliar jika keluar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Partai Demokrat mengukuhkan 45 kader tebaik lulusan Akademi Demokrat 2019. Kader-kader terbaik itu merupakan hasil seleksi dari ratusan calon kader dan akan diplot menjadi staf ahli bagi anggota DPR dari fraksi Demokrat.

Wakil Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, ke-45 kader terbaik terpilih lewat seleksi yang panjang. Menurut AHY, mereka menjalani pendidikan yang luar biasa keras hingga dikukuhkan menjadi kader. 

"Memang ada yang bilang semimiliter. Sebetulnya bukan semimiliter, tapi memiliki karakter mental baja," kata AHY saat membacakan laporan hasil pelatihan Akademi Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (11/12). 

Dengan latihan keras seperti itu, AHY optimistis kader-kader anyar Demokrat tersebut bakal loyal. Apalagi, Demokrat juga mengikat mereka dengan kontrak politik selama 10 tahun.

"Supaya bapak-ibu tahu, mereka ini sudah tanda tangan kontrak politik selama 10 tahun. Tidak main-main. Kalau keluar, (mereka) akan bayar Rp1 miliar," ujar putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. 

Puluhan kader itu lolos dari hasil seleksi terhadap 360 calon kader Demokrat. Seleksi itu, kata AHY, dibagi dalam tiga tahap yakni pratama, madya dan utama. 

Ratusan calon kader itu digembleng di Akademi Demokrat sejak September lalu. Pada tahap awal, mereka mengikuti latihan kepemimpinan di kawasan Bogor, Jawa Barat. 

Setelah itu, para calon kemudian disaring menggunakan tes akademik dan psikologi. Pada tahap itu, tersisa 284 orang. "Tahap selanjutnya ini praktek lapangan. Mereka turun ke daerah pemilihan (dapil) untuk membantu calegnya (Demokrat)," ujar AHY.

Sponsored

Pada tahap akhir, tersisa 45 orang. Di tahap itu, menurut AHY, para kader mendapat wawasan kebangsaan dan nilai-nilai kepartaian dari para kader senior seperti Wakil Ketua MPR Syarif Hassan dan anggota DPR RI Edy Baskoro Yudhoyono. "Yang lain bukan tidak bagus tapi terbatasnya slot," imbuhnya. 

AHY menambahkan 45 kader hasil akademi tahap pertama ini merupakan bukti keseriusan Demokrat dalam proses rekrutmen dan kaderisasi. Diharapkan, para kader baru itu bisa turut berkontribusi mengembalikan kejayaan partai. 

"Kita ingin Demokrat kembali bangkit berjaya di masa depan karena didukung kader militan yang punya kapasitas dan integritas," ujar dia. 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Untuk meningkatkan Pendidikan Politik dan Kaderisasi yg berbobot @pdemokrat mendirikan Akademi Demokrat Akademi Demokrat merupakan media pendidikan dan kaderisasi politik Partai Demokrat yang bertujuan untuk menyiapkan para patriot dan calon pemimpin bangsa di bawah panji-panji Partai Demokrat. Pelaksanaan Akademi Demokrat yang memasuki Tahap Pendidikan Utama akan di laksanakan pada 5-11 Desember 2019. Akademi Demokrat memberikan kesempatan bagi para kader muda, spirit gerakan perubahan akan semakin bisa dirasakan. Hal itu sesuai dengan visi Ketua Umum Partai Demokrat Prof Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, yang senantiasa fokus pada penguatan peran pemuda sebagai pengawal nilai-nilai demokrasi bangsa.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Partai Demokrat (@pdemokrat) pada

Berita Lainnya