sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kepada pelaku kudeta, SBY: Partai Demokrat not for sale

Ketua Majelis Tinggi Demokrat, SBY, memberikan pernyataan tentang isu kudeta terhadap partainya.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Kamis, 25 Feb 2021 08:42 WIB
Kepada pelaku kudeta, SBY: Partai Demokrat <i>not for sale</i>
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengklaim, terdapat pihak yang ingin membeli partainya apabila gerakan pendongkelan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjalan mulus. Dia pun mengeluarkan pernyataan tegas.

"Bagi orang luar yang punya ambisi untuk merebut dan membeli Partai Demokrat, saya katakan dengan tegas dan jelas, Partai Demokrat not for sale. Partai kami bukan untuk diperjualbelikan," ujarnya dalam sebuah video untuk para kadernya yang diterima Alinea, Kamis (25/2).

SBY menegaskan, pihaknya tidak tergiur dengan uang para pihak pendongkelan tersebut meskipun Demokrat tidak kaya raya. Presiden ke-6 RI ini pun mengingatkan kepada para kadernya, perombakan pengurus pusat dan daerah akan dilakukan jika kudeta berjalan. 

"Kalau mereka ternyata bisa mengganti Ketua Umum Partai Demokrat, maka dengan cepat dan mudahnya mereka akan bisa mengganti Ketua DPD dan Ketua DPC, bahkan hingga kepengurusan di tingkat ranting dan di tingkat anak ranting," tuturnya.

Menurutnya, kader di legislatif juga berpeluang dicopot dan diganti. Pangkalnya, perombakan dilakukan sesuai selera dan keinginan para pengudeta Partai Demokrat.

"Saya tidak percaya kalau orang luar yang hendak mendongkel kepemimpinan partai kita itu, yang kebetulan seorang pejabat tinggi yang memiliki kekuasaan di pemerintahan sungguh mencintai partai kita," tuturnya. "Saya juga tidak yakin, orang luar itu mau berkorban dan berjuang demi kita semua karena tidak ada darahnya, tidak ada keringatnya, tidak ada jasanya, dan tidak ada pula pengorbanannya."

Bagi SBY, pelaku kudeta hanya menginginkan kekuasaan dengan mudah dan cepat sekalipun caranya amoral, tidak halal, dan nista. "Kalau itu terjadi, gelaplah bumi Indonesia tercinta," ucapnya.

"Kalau gerakan jahat ini terbiarkan atau dibiarkan, keadilan, etika dan aturan main, serta demokrasi kita berada dalam krisis besar," tegasnya.

Sponsored
Berita Lainnya