sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kepemimpinan Airlangga dinilai lebih baik dari Ical dan JK

Airlangga berpeluang besar meneruskan kepemimpinan di Golkar.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 24 Jul 2019 19:26 WIB
Kepemimpinan Airlangga dinilai lebih baik dari Ical dan JK

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai kinerja Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam mempertahankan raihan suara Golkar di Pileg 2019 tergolong cukup baik. Airlangga bahkan lebih baik jika dibandingkan para pendahulunya di Golkar. 

"Nah, zamannya Pak Airlangga itu sekarang kalau tidak salah dapat 85 (kursi di DPR). Artinya dari Pak Ical (Aburizal Bakrie) ke Airlangga itu minusnya kurang lebih hilang suara Golkar hanya di angka 5-6 kursi. Artinya, jarak kehilangannya tidak terlampau lebar dibandingkan yang sudah-sudah," ujar Adi dalam diskusi yang digelar Alinea.id di Cikini, Jakarta, Rabu (24/7). 

Saat dipimpin Akbar Tanjung, Golkar meraih 123 kursi di DPR RI pada Pileg 2004. Pada era Jusuf Kalla (JK), Golkar hanya mampu menggaet 103 kursi DPR RI di Pileg 2009. Ketika Ical menjadi penguasa Golkar, raupan kursi Golkar di DPR hanya 91.

Lebih jauh, Adi mengatakan, turunnya raupan suara Golkar di Pileg 2019 tidak bisa sepenuhnya disalahkan ke Airlangga. Apalagi, Airlangga hanya memiliki waktu 1,5 tahun untuk memimpin partai berlambang pohon beringin itu. 

"Apa pun masalah Golkar, saya melihatnya tidak berakar hanya dari satu figur. Jadi, tidak bisa juga Airlangga dianggap tidak berhasil ketika suara Golkar terus turun," ujar dia. 

Lebih jauh, Adi menyarankan agar Golkar mengevaluasi secara menyeluruh kinerja elite-elite politiknya pada masa kampanye Pileg 2019. "Misalnya peran Bamsoet dalam menaikkan elektabilitas Golkar ketika dia menjadi Ketua DPR, Airlangga (sebagai) menteri, dan menteri-menyeri lain yang ada dan pernah ada dalam kabinet Jokowi," ujar dia. 

Terkait peluang di bursa calon Ketua Umum Partai Golkar, Adi menilai, sebagai petahana Airlangga merupakan kandidat terkuat. Posisi sebagai ketua umum memungkinkan Airlangga untuk memengaruhi preferensi DPD tingkat I dan II Golkar. 

Hingga kini, sudah ada tujuh kader Partai Golkar yang mengumumkan berniat membidik kursi ketua umum. Namun demikian, hanya Airlangga dan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo yang dipandang berpeluang besar memenangkan perebutan kursi ketua umum.

Sponsored