sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Gerindra merasa layak di Kabinet Kerja Jokowi

Karena telah menawarkan konsep, Gerindra merasa perlu menempatkan kadernya di kabinet.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Kamis, 10 Okt 2019 14:18 WIB
Gerindra merasa layak di Kabinet Kerja Jokowi

Sinyal Partai Gerindra merapat ke Kabinet Presiden Joko Widodo Jilid II makin kuat. Meski baru akan memutuskannya usai menggelar rapat kerja nasional (Rakernas), namun sejumlah petinggi Gerindra telah menegaskan perolehan kursi menteri. 

Sekretaris Jenderal Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, permintaan menteri ke Jokowi, bertujuan untuk merealisasikan janji kampanye partai ke konstituen.

Jika konsep yang ditawarkan Gerindra diterima Jokowi, maka syaratnya menempatkan kader Gerindra di kabinet.

"Ya jadi begini, kalau seandainya ada konsep-konsep yang jadi (diterima). Memang supaya sukses konsepnya bisa merealisasikan janji kampanyenya kepada konstituen. Tentunya kita akan meminta kebijakan dari Presiden untuk bisa menempatkan kadernya di posisi itu," kata Dasco di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10).

Konsep Gerindra yang dimaksud Dasco ialah soal ketahanan pangan dan energi. Namun demikian, kata dia, posisi menteri merupakan hak preogratif Jokowi. 

Gerindra tak keberatan, jika konsep yang ditawarkan itu nantinya dipakai Jokowi dalam lima tahun ke depan.

"Iya kalau seandainya konsepnya saja yang mau dipakai ya tidak apa-apa. Itu namanya juga kita ingin membantu pemerintah," jelas Wakil Ketua DPR ini.

Dasco mengakui kalau suara internal Gerindra berimbang antara yang pro dan kontra, terkait rencana gabung ke pemerintah. Semua masukan kader pun kata Dasco, akan dibulatkan dalam Rakernas nanti.

Sponsored

"Oh masih cair, sementara masih cair. Kita lihat di daerah maupun di DPP maupun Dewan Pembina masih berimbang antara yang ingin masuk dan tidak masuk. Sehingga kita akan membulatkan, menyamakan persepsi dan visi pada Rakernas," jelas dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono membocorkan soal permintaan jatah menteri Prabowo ke Jokowi. Kepada Jokowi, Prabowo menyodorkan tiga nama yakni Waketum Gerindra Edhy Prabowo, Waketum Gerindra Fadli Zon, dan Sandiaga Uno yang kini telah mengundurkan diri dari Gerindra.

Rabu (9/10) malam, Prabowo mengundang Sandiaga ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan. Namun Waketum Sugiono menampik adanya pembahasan menteri dalam pertemuan antara mantan pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2019 itu.

Sugiono menyebut, kehadiran Sandiaga Uno di kediaman Prabowo hanya silahturahmi biasa. 

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno memprediksi, Partai NasDem akan menjadi salah satu kerikil bagi Gerindra merapat ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK) atau koalisi parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf. 

Pasalnya, NasDem merupakan partai politik koalisi yang total dalam memenangkan Jokowi dengan berbagai instrumen yang dimilikinya, termasuk lewat media.

Karena terlalu condong ke Jokowi-Ma'ruf, menurut dia, sejumlah media milik Ketua Umum NasDem Surya Paloh bahkan kerap diboikot oleh pendukung Prabowo-Sandi pada masa kampanye Pilpres 2019.

Karena itu, ia menilai, wajar jika NasDem bersikap keras menanggapi wacana tambahan parpol di KIK. Apalagi, Prabowo Subianto dan Gerindra sudah menjadi simbol kekuatan oposisi yang menegas dalam Pemilu 2019.