sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kubu Airlangga tuding Bamsoet berkelit dan cari-cari alasan

Ahmad Doli Kurnia membantah pencoretan sejumlah nama panitia musyawarah nasional yang terindikasi loyalis Bamsoet.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 27 Nov 2019 20:22 WIB
Kubu Airlangga tuding Bamsoet berkelit dan cari-cari alasan

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia membantah terjadinya pencoretan sejumlah nama panitia musyawarah nasional yang terindikasi loyalis Bambang Soesatyo atau Bamsoet. Menurut Doli, kabar tersebut hanya upaya yang dilakukan pihak Bamsoet untuk berkelit dari komitmen terhadap Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

"Pak Bambang Soesatyo ini kan mencari-cari banyak sekali alasan, sehingga dia merasa lepas tudingan terhadap dia yang tidak commit terhadap kesepakatan dengan Airlangga," kata Doli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/11).

Dia menjelaskan, Bamsoet telah memiliki kesepakatan dengan Airlangga agar tak mencalonkan diri sebagai ketua umum. Namun komitmen tersebut justru dilanggar saat Bamsoet sudah berhasil menduduki kursi Ketua MPR.

Baginya, isu pencoretan panitia Munas Golkar yang akan digelar pada Desember 2019 mendatang juga tak masuk akal. Hal ini lantaran nama-nama yang diajukan kelompok Bamsoet tetap diakomodasi dalam susunan kepanitiaan. 

Doli menyebut Melchias Marcus Mekeng yang terpilih sebagai ketua penyelenggara, dan Ibnu Munzir yang didaulat sebagai ketua steering committee, sebagai contoh.

"Ketuanya loh, ketua penyelenggara dan ketua steering committee itu dari usulan kelompoknya Pak Bambang Soesatyo," ujar Doli.

Doli juga membantah penggantian Ketua DPD Partai Golkar dilakukan karena dukungan terhadap Bamsoet. Airlangga mengganti Taufik dengan Wasekjen Golkar Sarmuji untuk menempati jabatan tersebut. 

"Enggak benar. Itu memang karena bagian dari konsolidasi organisasi saja, yang dinilai kinerja," ucapnya.

Sponsored

Doli yang juga Wakil Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Wilayah Sumatera itu mengklaim, para kader DPD II di Jambi malah berterima kasih kepada DPP, yang telah mengganti Taufik Hidayat.

"Karena selama ini mereka tidak merasa dibina, dibimbing, malah ada masalah-masalah yang mereka hadapi. Jadi saya malah menyimpulkan dalam konteks konsolidasi organisasi, untung cepat diganti Plt-nya. Karena saya berjumpa dengan DPD II mereka komplain terhadap DPP yang membiarkan keadaan itu," katanya.