sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kubu Jokowi-Maruf berkampanye mikro dan kanvas

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin fokus berkampanye mikro dan kanvas politik. Apa itu?

Robi Ardianto
Robi Ardianto Kamis, 01 Nov 2018 04:26 WIB
Kubu Jokowi-Maruf berkampanye mikro dan kanvas

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin fokus berkampanye mikro dan kanvas politik. 

Wakil Ketua TKN Jhonny G. Plate, mengatakan hal itu merupakan hasil rekomendasi dari rapat kerja nasional (Rakernas) TKN KIK di Surabaya beberapa waktu lalu. Kampanye mikro dan kanvas politik ini memiliki target lebih spesifik dan progresif.

"(Strategi itu) akan lebih fokus dengan melibatkan secara bersamaan antara visi misi dan program pasangan calon presiden dengan para calon anggota legislatif partai pengusung Jokowi-Maruf," kata dia di Posko Pemenangan Rumah Cemara, Rabu (31/10). 

Menurutnya, rekomendasi telah dipersiapkan. Nantinya, setiap partai politik akan meneruskan kerja tandem antara Capres dan Caleg. Kerja tandem itu dilakukan secara masif di setiap titik daerah pemilihan. 

Selain itu, sambungnya, TKN Koalisi Indonesia Kerja juga akan meningkatkan peranan media sosial di bawah koordinasi secara terpusat. 

"Kami akan melakukan rapat-rapat menggunakan semua fasilitas, sarana dan kelompok sosial media," katanya. 

Hal tersebut bertujuan agar semakin efektif dalam mengomunikasikan visi misi serta program Jokowi-Maruf kepada masyarakat. 

"(Kampanye melalui medsos itu) tetap pada jalur kampanye positif yang diharapkan. Juga, titik dan tekanannya terletak pada program Paslon," tegasnya. 

Sponsored

Meskipun begitu, Sekjen Partai Nasdem tersebut menekankan, TKN akan tetap melanjutkan program yang telah dilaksanakan pada bulan pertama masa kampanye. 

"Yaitu relasi dan komunikasi yang lebih kuat dan dekat dengan kegiatan Parpol pengusung. Misalnya di Surabaya ada kegiatan apel siaga pemilu Nasdem," ujarnya.  

Pada November ini, kata dia, TKN Jokowi-Maruf akan semakin memantapkan saksi di Tempat pemungutan suara (TPS) untuk pasangan calon. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan saksi Paslon di setiap TPS tersedia dengan lengkap dengan kualifikasi yang memadai. Sehingga, pemilihan umum bisa berlangsung baik.