logo alinea.id logo alinea.id

Kubu Jokowi tuding visi-misi Prabowo-Sandi 99% diubah

Kubu Jokowi-Maruf Amin menuding terjadi perubahan hampir seluruh visi-misi Prabowo-Sandiaga Uno menjelang debat kandidat.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Jumat, 11 Jan 2019 05:06 WIB
Kubu Jokowi tuding visi-misi Prabowo-Sandi 99% diubah

Kubu Jokowi-Maruf Amin menuding terjadi perubahan hampir seluruh visi-misi Prabowo-Sandiaga Uno menjelang debat kandidat.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin,  Ace Hasan Syadzili, mengatakan perubahan visi-misi pasangan nomor urut 02 dilakukan 99% berbeda dari awal pengajuan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kalau dicermati satu persatu visi-misi yang diserahkan ke KPU itu 99% berbeda dengan dibandingkan dengan visi-misi yang sebelumnya," kata Ace kepada Alinea.id, Kamis, (10/1).

Dia menilai, perubahan visi-misi tersebut menunjukkan ketidaksiapan dari pasangan Prabowo-Sandi. Sebelumnya, Ace pernah mengkritisi visi-misi Prabowo-Sandi yang diserahkan ke KPU penuh jargon, klise dan tidak ada terobosan.

"Dengan dokumen yang berantakan maka pasangan 02 akhirnya lakukan bongkar pasang yang melahirkan dokumen sama sekali baru," katanya.

Hanya saja, ironisnya bongkar pasang visi-misi itu justru seperti menjiplak visi-misi pasangan calon Jokowi-Ma'ruf. Menurut dia, yang diangkat juga, apa yang telah dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi- Jusuf Kalla.

"Jadi bongkar pasang justru hasilkan karya jiplakan," tudingnya.

Ace mempertanyakan gagasan segar dan gagasan orisinil yang berasal dari Paslon Prabowo-Sandi. Terbaru, justru mengulang program Jokowi-JK. 

Sponsored

"Jangankan menawarkan program aksi yang segar, rumusan visi-misi saja diubah. Mana bisa dipercaya oleh publik karena pasangan calon nomor 02 memiliki visi misi yang berubah-ubah. Jangan-jangan dekat pencoblosan akan mengubah lagi visi misinya. Ini akan menipu rakyat," ujarnya.

Selain itu, tagline pasangan calon oposisi itupun berganti dengan Indonesia Menang.

Kemaritiman

Sementara itu, terkait visi-misi Jokowi-Ma'ruf dalam bidang kemaritiman, Ace menjelaskan salah satu kesungguhan Jokowi dengan kembali membentuk Kementerian Kemaritiman.

Perlu diketahui kementerian bidang kemaritiman sempat ada yaitu terakhir pada tahun 1967. Setelahnya, pada masa Kabinet Ampera II yaitu pada masa pemerintahan Soeharto sampai Kabinet Indonesia Bersatu di masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono jabatan dialihkan ke Departemen/Kementerian Perhubungan.

Baru kemudian, saat Jokowi terpilih, dia membentuk menteri-menteri koordinator bidang kemaritiman.

"Salah satu prestasi yang diberikan Jokowi adalah menteri kemaritiman, tol laut, soal kedaulatan laut kita agar lebih terjaga," katanya.

Untuk itu, capaian-capaian yang sudah diperoleh itu sudah harus ditingkatkan pada bidang yang lain. Parameter keberhasilannya yaitu dalam dunia usaha pengirimannya semakin baik. 

Menurut dia, semua hal itu dapat dicapai berkat adanya jalur laut. Belum lagi pelabuhan di Indonesia yang sudah terlihat lebih baik dari sebelumnya. 

"Hal itu menjadi salah satu prestasi Jokowi dalam bidang kemaritiman," jelasnya.

Begitupun kehadiran tol laut, yang menurut Ace sangat efektif dalam memberikan akses lalu lintas ekonomi melalui jalur laut.