sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kudeta Demokrat imbas ketidaktegasan beroposisi

Ketidakjelasan posisi Partai Demokrat dalam politik jadi celah kudeta.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Sabtu, 06 Mar 2021 11:33 WIB
Kudeta Demokrat imbas ketidaktegasan beroposisi

Kudeta Partai Demokrat dinilai imbas dari ketidakjelasan posisi partai yang sudah berumur 20 tahun tersebut. Demikian disampaikan Pakar Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro.

Menurutnya, Partai Demokrat yang tidak pernah dengan jelas dan tegas mengatakan berada di pihak oposisi atau berpihak kepada pemerintah, menjadi salah satu faktor gerakan kudeta. Kepercayaan terhadap Partai Demokrat pun luntur karena dalih partai penyeimbang.

“Jangan berada di tengah-tengah, malah jadi perangkap. Berikan kepastian. Kalau sejak awal jelas, masyarakat akan simpatik,” tutur Zuhro dalam diskusi pekanan Trijaya secara daring, Sabtu (6/3).

Di sisi lain, jelas Siti Zuhro, celah dari Partai Demokrat adalah penunjukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum. Regenerasi yang dilakukan tersebut, dapat dikategorikan tidak dilakukan secara baik karena hanya melihat dari sisi tantangan di generasi milenial.

Senada dengan Siti Zuhro, Anggota Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia Sri Mulyono mengatakan kudeta yang terjadi merupakan dendam masa lalu. Saat Anas Urbaningrum menjabat ketua umum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengambil alih dengan dalih menyelamatkan partai.

Kemudian, saat ini SBY justru menjadikan Partai Demokrat sebagai partai dinasti. Sehingga, kader partai yang sudah lama membalaskan dendamnya.

“Makanya menurut saya KLB itu legal,” tuturnya di acara yang sama.

Di sisi lain, Sekretaris Dewan Penasehat Partai Demokrat Andi Malarangeng membantah pernyataan-pernyataan tersebut. Dia berpandangan, SBY benar-benar mengambil alih karena saat itu Anas Urbaningrum terjerat kasus korupsi.

Sponsored

“Kami juga jelas ada di oposisi, tapi oposisi santun,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat digelar oleh eks kader pecatan partai berlambang segitiga mercy itu di Deli Serdang, Sumatra Utara, Jumat (5/3).

Dalam KLB Demokrat di Sumut, yang dipimpin Jhoni Allen Marbun, setidaknya terdapat delapan peserta DPD Partai Demokrat menyebutkan nama Moeldoko sebagai ketua umum. Satu lainnya mendukung Marzuki Alie sebagai pengganti AHY.

Sejurus kemudian, Jhoni menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum. Penetapannya langsung disetujui peserta.

"KLB Partai Demokrat menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, memperhatikan, memutuskan penetapan pertama, dari calon kedua tersebut, atas voting berdiri, maka Pak Moeldoko dinyatakan menjadi Ketum Partai Demokrat 2021-2024. Setuju?" tanya Jhoni. "Setuju," jawab para peserta.

Berita Lainnya