sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ma'ruf Amin bicara bagi-bagi kursi kabinet Jokowi jilid II

Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin menerima kunjungan Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Jumat, 05 Jul 2019 18:43 WIB
Ma'ruf Amin bicara bagi-bagi kursi kabinet Jokowi jilid II

Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin angkat suara terkait bagi-bagi kursi menteri dalam kabinet Jokowi jilid II bersama partai koalisi.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) non aktif itu mengatakan untuk urusan menteri belum menjadi pembahasan koalisi. Nantinya, dikatakan Ma'ruf, untuk urusan kursi menteri akan disesuaikan dengan partai koalisi yang tergabung.

"Menteri belum dibahas. Kan ada sekian partai koalisi, tentu jumlahnya disesuaikan berapa perolehannya. Kemudian, masing-masing berapa belum. Apalagi orangnya belum dibahas itu," kata Ma'ruf Amin saat menerima kunjungan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/7).

Sementara itu, Ketum PKB yang akrab disapa Cak Imin mengaku belum membahas secara detail mengenai jatah kursi menteri. Hanya saja, PKB akan mengusulkan dua sumber untuk posisi tersebut, yaitu dari kader internal dan eksternal.

Menurut Cak Imin, hingga saat ini pihaknya masih terus menggodok individu-individu dari kadernya dan non kader (Nahdlatul Ulama/NU) untuk kemudian diusulkan kepada pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

"Untuk jumlah, kami belum bisa targetkan. Sebab, masih dalam proses penggodokan untuk kemudian disaring," kata Cak Imin pada kesempatan yang sama. 

Dia menjelaskan, proses penggodokan masih terus berjalan hingga tiba waktu audiensi dengan presiden terpilih pada pertengahan Juli ini. Nantinya, dari hasil penggodokan itu juga harus melewati perbincangan semua ketua partai politik (parpol) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju.

Kendati demikian, Cak Imin mengaku tidak mengharapkan betul posisi menteri didapatkan oleh individu-individu yang diusulkan olehnya. Pasalnya, masih ada posisi lain juga yang tidak kalah penting seperti kepala badan dan kedutaan besar.

Sponsored

Hal tersebut dikatakan Cak Imin guna merespons berkurangnnya persentase jatah menteri dari PKB lantaran ada kemungkinan partai oposisi bergabung ke dalam koalisi.

"Kami sih, welcome saja mereka mau masuk, minta kursi menteri. Tapi perlu diingat pimpinan MPR telah tertutup bagi mereka. Kalau pimpinan DPR kami (PKB dapat wakil ketua. Tapi belum dibahas siapa yang di situ," tegasnya.

Sowan Oesman Sapta 

Tak lama berselang, Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang (OSO) sowan ke rumah Ma'ruf Amin. OSO tiba pukul 15.30 WIB, selang beberapa menit setelah Cak Imin berlalu.

Kali ini, OSO hanya berkunjung selama 30 menit. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI itu mengaku tak ada hal penting yang dibahas dalam pertemuan dengan Ma'ruf Amin.

"Tidak ada pembahasan apa-apa, tidak bahas menteri. Saya cuma datang silaturahmi dan ngucapin selamat karena saya baru pulang dari Singapura untuk proses kelahiran cucu saya," ujarnya.

OSO mengaku pertemuannya hanya sebatas curhat ihwal cucunya yang baru lahir. Dikatakan OSO, Ma'ruf hanya menanyakan bagaimana nampak cucunya tersebut, apakah keadaannya kurus atau gemuk. "Saya bilang gemuk," sambung OSO sambil tertawa.

Ihwal urusan kabinet, OSO mengaku hal tersebut akan dibicarakan usai ia bertemu dulu dengan Jokowi sebagai calon presiden terpilih. Baginya, untuk urusan tersebut masih perlu melewati berbagai proses.

Selain itu, perihal kepartaian Hanura, OSO menegaskan partainya masih konsisten maju untuk berjuang demi bangsa tanpa keributan. Ia berharap Hanura beserta kadernya masih menjaga martabat partainya.

"Kami masih ingin yang terbaik untuk partai dan koalisi. Yang terbaik apa? Kalian tahu lah jawabannya," terang OSO.