sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Maju Pilkada 2020, Gibran Rakabuming ngaku akan belajar dari Tri Rismaharini

Ruang terbuka hijau di Solo saat ini baru sekitar 9%. Jumlah itu menurut Gibran masih jauh dari ideal.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Minggu, 05 Jan 2020 22:00 WIB
Maju Pilkada 2020, Gibran Rakabuming ngaku akan belajar dari Tri Rismaharini

Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, mengaku bakal belajar dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini tentang penghijauan kota. Hal tersebut bakal ditempuh untuk kemudian diterapkannya jika ia benar-benar terpilih menjadi Wali Kota Surakarta.

Diketahui, Gibran mencalonkan diri menjadi wali kota Surakarta pada pemilihan kepala daerah atau Pilkada 2020 yang akan dilakukan secara serentak. Sama seperti ayahnya, pencalonan Gibran berasal dari PDI Perjuangan. 

“Saya ingin belajar dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Salah satu wali kota yang menggalakan penghijauan di Surabaya. Kalau tidak salah sekarang suhu di Surabaya menurun hingga sekitar dua derajat dampak dari penghijauan tersebut,” kata Gibran di Mojosongo, Jebres, Solo, Minggu (5/1).

Gibran menyatakan demikian menjawab pertanyaan warga yang aktif memberikan masukan soal penghijauan di Kota Surakarta. Gibran mengaku mengapresiasi masih ada warga yang menyuarakan soal penghijaun tersebut. 

"Soal penghijauan di Kota Solo memang ruang terbuka hijau masih kurang. Jika dilihat idealnya minimal 20% dari luas wilayah Solo," kata Gibran. 

Dari data terakhir yang diterimanya, Gibran menuturkan, ruang terbuka hijau di Solo saat ini baru sekitar 9%. Jumlah itu menurutnya masih jauh dari ideal. Apalagi kondisi sekarang ini masih banyak tanaman-tanaman yang dikepras dan diganti paving. "Banyak taman yang duhulunya hidup, sekarang mati," ujarnya.

Oleh karena itu, Gibran menilai penghijauan sangat penting. Ia pun mengajak para warga agar pro aktif membuat sekaligus merawat tanaman baru di Solo. Dengan begitu, para pejalan kaki dan pesepeda yang melintas tidak kepanasan karena banyak tanaman atau pohon yang tumbuh dengan baik. “Ini sudah masuk dalam program, dan menjadi PR ke depan.” ujarnya.

Menyinggung keluhan warga Mojosongo lain soal kondisi air minum di Solo yang keruh dan berbau, Gibran menuturkan, air merupakan salah satu kebutuhan warga yang harus dipenuhi. Dia pun mengakui beberapa tempat di Solo memang ada titik yang mempunyai masalah soal air minum. Selain Mojosongo, permasalahan itu juga terjadi di Pucang Sawit, Joglo, Kadipiro, dan Gadekan.

Sponsored

Gibran mengaku, sudah membantu membuatkan sumur dengan kedalaman sekitar 800 meter di Joglo dan Kadipiro. Tetapi hal itu hanya solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan warga setempat.

"Urusan air PDAM di Solo, sudah saya catat menjadikan PR saya. Air memang masih banyak yang bermasalah di Solo, saya tidak tahu masalahnya di mana, apakah dari sumber mata air atau lainnya nanti akan dicek lagi," kata Gibran.

Menurut Gibran, masalah air minum tersebut sudah dirapatkan dengan timnya untuk dicarikan solusinya. Dirinya juga akan melakukan koordinasi dengan pihak PDAM Kota Surakarta.

"Saya kalau diizinkan dengan pihak RT atau RW akan membuatkan sumur dalam. Tim survei akan melakukan pengecekan ke lokasi untuk menentapkan titiknya di mana. Namun, hal ini, hanya solusi sementara, bukan jangka panjang,” ujar Gibran. (Ant)

Berita Lainnya