sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Manuver Prabowo bikin gusar parpol Koalisi Indonesia Kerja

Anggota partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf merasa tetap punya kekuatan meski tanpa PDI Perjuangan.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Sabtu, 27 Jul 2019 14:26 WIB
Manuver Prabowo bikin gusar parpol Koalisi Indonesia Kerja

Manuver Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang melobi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri membuat gusar partai-partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja. Pasalnya, jika benar Partai Gerindra merapat ke petahana, tentu bisa mengurangi jatah kursi menteri untuk partai pendukung Jokowi-Ma’ruf.

Menurut pakar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, pertemuan di kantor DPP Partai Nasdem di bilangan Gondangdia, Menteng, Jakarta Selatan yang diikuti para petinggi partai koalisi tanpa diikuti Megawati, memberikan sinyal bahwa mereka memiliki kekuatan meski tanpa PDI Perjuangan. 

“Saya melihat partai-partai di KIK mulai gusar akan itu. Kegusaran itu bisa diterjemahkan bersama ketika mereka berkumpul. Di situ kalau ilmuwan politik jelas melihat ini ingin memberikan political diterance, mereka ingin mengatakan kalau mereka bisa juga melakukan manuver tanpa Megawati,” kata Siti dalam sebuah diskusi di Jakarta pada Sabtu (27/7).

Menurut Siti, dalam politik, pertemuan antara partai pendukung Jokowi-Ma’ruf tanpa diikuti PDI Perjuangan itu amat lumrah. Menjadi kewajaran jika partai-partai tersebut tidak ingin diremehkan. “Ini disebabkan manuver politik Prabowo Subianto yang mulai mendekati leading party kubu pemerintah,” ujar Siti.

Menanggapi adanya isu keretakan pada Koalisi Indonesia Kerja, buru-buru ditepis oleh politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu. Menurutnya, hubungan partai-partai politik di Koalisi Indonesia Kerja baik-baik saja. 

Alasan Megawati tak hadir di markas Partai Nasdem ketika itu, kata Masinton, karena ada kesibukan ihwal kegiatan internal partai di berbagai daerah, karena menjelang kongres PDI Perjuangan di Bali pada Agustus 2019 mendatang.

"Sudah ditegaskan kemarin, Bu Mega itu sebetulnya tahu ada pertemuan. Pak Paloh juga mengabari, tapi Bu Mega banyak kesibukan. Tidak ada persoalan antara mereka," ujar Masinton.

Masinton menegaskan, Megawati tidak mempermasalahkan pertemuan antara partai-partai koalisi tersebut. Ia juga mengatakan bahwa pertemuan itu tidak bisa menjadi tolak ukur retaknya KIK. Pasalnya, pada acara pembubaran TKN Jokowi-Ma’ruf, semua petinggi partai datang dan memberikan sinyal kerukunan.

Sponsored

Hingga saat ini, kata Masinton, Megawati dan PDI Perjuangan terus melangsungkan komunikasi politik dengan semua partai, baik di koalisi maupun di luar koalisi demi keseimbangan negara.

"Intinya komunikasi politik bagus harus selalu dilakukan, siapa pun baik koalisi dengan oposisi," kata Masinton.

Perang bisnis startup di warung kelontong

Perang bisnis startup di warung kelontong

Selasa, 10 Des 2019 20:34 WIB
Mengantisipasi bahaya kelangkaan stok BBM

Mengantisipasi bahaya kelangkaan stok BBM

Jumat, 06 Des 2019 17:50 WIB