sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Marahi anak buah Risma, PDIP cabut dukungan untuk Bupati Alor

Amon Djobo dinilai tidak memahani tata kelola pemerintahan.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 02 Jun 2021 20:07 WIB
Marahi anak buah Risma, PDIP cabut dukungan untuk Bupati Alor

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mencabut rekomendasi dan dukungan kepada pasangan Bupati Alor dan Wakil Bupati Alor, Amon Djobo-Imran Duru. Keputusan ini buntut dari aksi Amon memarahi Menteri Sosial, Tri Rismaharini, dan rekamannya beredar luas hingga viral.

Surat pencabutan tersebut ditandatangani Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, dan Ketua DPP PDIP, Komarudin Watubun.

Dalam surat itu ditegaskan, pencabutan rekomendasi dan dukungan dilakukan setelah mencermati berbagai persoalan yang muncul selama kepemimpinan Amon Djobo, seperti melakukan perbuatan tidak terpuji dengan pengusiran terhadap jajaran Kementerian Sosial (Kemensos) dan TNI.

Dalam surat juga ditegaskan, Anton Djobo sebagai Bupati Alor tidak memahami tata kelola pemerintahan, terutama koordinasi penyelenggaraan pemerintah dari tingkat pusat hingga ke daerah. Karenanya, PDIP telah mengevaluasi kepemimpinannya.

"DPP PDI Perjuangan mencabut rekomendasi dan dukungan kepada Bupati dan Wakil Bupati Alor, pasangan Drs. Amon Djobo dan Imran Duru, S.Pd," demikian surat keputusan itu, sebagaimana diterima Alinea pada Rabu (2/6).

Lantaran Amon Djobo bukan kader, PDIP pun tidak memecatnya. Partai banteng moncong putih juga mencabut surat bernomor 3628/IN/DPP/2017 tanggal 30 November 2017 tentang Rekomendasi Calon Bupati-Wakil Bupati Alor pada Pilkada 2017.

DPP PDIP lalu menginstruksikan DPC Alor untuk berkoordinasi dengan seluruh pimpinan dan anggota fraksi di DPRD Kabupaten Alor terkait pencabutan rekomendasi tersebut.

"Kepada mereka yang tidak mengindahkan instruksi dan melakukan aktivitas di luar kebijakan ini, akan diberikan sanksi organisasi," demikian bunyi surat tersebut.

Sponsored

Sebelumnya, dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Amon marah terhadap Risma. Dalam video itu, Amon geram terkait bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) oleh Kemensos diurus DPRD Alor.

Amon lalu menuding pihak Kemensos tidak menghargai Pemerintah Daerah (Pemda) Alor. Dia lantas mengusir sejumlah staf Kemensos dan segera meninggalkan Alor secepatnya.

Dirinya menambahkan, segera bersurat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait itu. Amon pun menyuruh para staf Kemensos untuk bertanya langsung kepada presiden dan gubernur NTT tentang siapa dirinya.

Saking kesal, Amon bahkan mengancam akan melempar kursi ke staf Kemensos yang duduk berhadapan dengan dia. Setelah puas memarahi para staf Kemensos, Amon kemudian berjalan meninggalkan mereka yang terdiam saat dimarahi.

Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

Ramai-ramai melepas jerat fast fashion

Sabtu, 12 Jun 2021 08:10 WIB
Pilu di balik pembatalan ibadah haji

Pilu di balik pembatalan ibadah haji

Jumat, 11 Jun 2021 07:19 WIB
Berita Lainnya