logo alinea.id logo alinea.id

Maruf Amin sudah menduga didukung keluarga Gus Dur

Dukungan dari keluarga Gus Dur bisa mendongkrak suara pemilih Jokowi-Maruf. 

Robi Ardianto Rakhmad Hidayatulloh Permana
Robi Ardianto | Rakhmad Hidayatulloh Permana Rabu, 26 Sep 2018 18:31 WIB
Maruf Amin sudah menduga didukung keluarga Gus Dur

Capres Maruf Amin telah menduga dukungan GusDurian akan bermuara pada dirinya dan Jokowi. 

"Keluarga Gus Dur sudah akrab dengan saya bertahun-tahun. Tadi sudah mendukung Jokowi dengan saya. Alhamdulillah. Terima kasih sebesar-besarnya," kata Maruf Amin di kediamannya di Jalan Situbondo no 12, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (26/9).  

Maruf pun berharap, dukungan dari keluarga Gus Dur ini juga bisa mendongkrak suara pemilih Jokowi-Maruf. 

"Dukungan itu tentunya akan mempengaruhi calon pemilih yang lebih banyak untuk memilih Jokowi-Maruf. Saya kira itu," imbuhnya.

Tim Kampanye Nasional (TKN) menyambut positif dukungan Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenni Wahid kepada Jokowi-Maruf. 

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto menyatakan, telah lama melakukan dialog dengan Yenni Wahid.  "Kami harapkan GusDurian bergerak satu arah untuk memberikan dukungan kepada pak Jokowi dan Kiai Maruf," kata Hasto di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu (26/9). 

Dukungan tersebut juga tidak terlepas dari kedekatan dan persahabatan Gus Dur dengan Maruf Amin. 

Sekaligus memperkuat optimisme dan menambah semangat dalam menempuh jalan kemenangan. 

Sponsored

Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu pun, menyatakan siap bekerjasama dengan Yenny Wahid dan seluruh keluarga GusDurian. 

"Saya sudah berkoordinasi dengan mas Erick Tohir dan beliau secara khusus akan berkoordinasi langsung dengan mbak Yenny Wahid dalam menjalankan agenda strategis pemenangan Jokowi-Maruf," katanya. 

Hanya saja, karena tim kampanye telah didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum.  Anak kedua dari Abdurahman Wahid itu tidak masuk dalam struktural tim kampanye. 

Yenni Wahid tidak hanya memiliki basis kuat di keluarga besar Nahdatul Ulama (NU) atau Nahdiyin.  Sekaligus memiliki basis dukungan yang meluas, terutama dikalangan pemilih pemula, kaum perempuan serta pengalamannya di kancah internasional. 

"Mbak Yenny juga menjadi panutan kaum muda Indonesia. Terlebih mbak Yenny juga hadir sebagai tokoh yang konsisten di dalam membumikan Pancasila dan menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika," katanya.