logo alinea.id logo alinea.id

Politikus PDI-P pertanyakan integritas Saut dan Tsani

Politikus PDI-Perjuangan Masinton Pasaribu menilai wajar jika Saut dan Tsani memutuskan mundur.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Jumat, 13 Sep 2019 18:40 WIB
Politikus PDI-P pertanyakan integritas Saut dan Tsani

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019 Saut Sutumorang mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan serupa juga diambil oleh penasihat KPK Tsani Annafari. 

Anggota DPR RI dari fraksi PDI-Perjuangan Masinton Pasaribu menilai wajar jika keduanya memutuskan mundur. Ia menyebut keduanya kecewa karena gagal menjegal Firli Bahuri. 

"Kan mereka yang paling getol menyerang Pak Firli. Lalu, mereka merasa misinya enggak berhasil. Ya, mengundurkan diri," kata Masinton kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/9).

Firli didapuk sebagai Ketua KPK jilid V. Dalam pemungutan suara yang digelar Komisi III dini hari tadi, Kapolda Sumatera Selatan itu meraup suara terbanyak dengan 56 suara atau terpaut 3 suara jika dibandingkan calon petahana Alexander Marwata. 

Menurut Masinton, sejak awal Komisi III DPR meragukan integritas Saut dan Tsani. Menurut dia, Saut dan Tsani merupakan orang yang tidak bertanggung jawab. 

"Setelah mendapat gaji, dengan seenaknya mereka mundur. Padahal harusnya mereka (Saut dan Tsani) profesional dalam menghadapi masalah dan keputusan," kata dia. 

Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil mengatakan, Saut dan Tsani punya hak untuk mundur dari jabatannya. 

Namun demikian, ia menyayangkan keputusan mundur tersebut. "Harusnya jangan terlalu khawatir dan ambil pusing sih. Apalagi, sampai mengundurkan diri segala," terang Nasir.

Sponsored